KUPANG — Angka partisipasi masyarakat Kota Kupang dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih sangat rendah. Data dari Dinas Kesehatan setempat mencatat, capaian pemeriksaan kesehatan gratis di kota itu baru 10 persen hingga pertengahan tahun ini, jauh meleset dari target nasional sebesar 46 persen.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mengakui masih ada sejumlah tantangan yang menghambat laju program ini. Mulai dari rendahnya pemahaman warga tentang pentingnya deteksi dini, kendala pendataan dan pelaporan, hingga persoalan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
“Semangat utama program ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dari menunggu sakit untuk berobat menjadi menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini,” kata Serena di Kupang, Jumat.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkot Kupang tidak lagi mengandalkan warga datang ke puskesmas. Serena memerintahkan jajarannya untuk melakukan pendekatan aktif dengan mendatangi langsung masyarakat di kelurahan, kecamatan, dan sekolah.
“Jangan menunggu masyarakat datang ke puskesmas. Pelayanan kesehatan harus hadir mendekati masyarakat,” ujarnya.
Pemkot juga menyiapkan insentif non-finansial bagi kecamatan dan kelurahan yang mampu mencapai atau melampaui target cakupan pemeriksaan. Langkah ini diharapkan memicu kompetisi positif antarwilayah di Kota Kupang.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Sinta Ndaumanu, menekankan bahwa program CKG berjalan beriringan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP). Keduanya menjadi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, advokasi, serta kolaborasi lintas program dan lintas sektor guna mempercepat pencapaian target tersebut,” jelas Sinta.
Pemkot Kupang kini mengerahkan seluruh perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, dan tenaga kesehatan untuk memperluas jangkauan layanan. Pelayanan gratis ini diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan di tingkat kelurahan dan agenda pemerintahan lainnya agar lebih mudah diakses warga.