ATAMBUA — Layanan paspor jemput bola digelar di Gedung Keberangkatan PLBN Wini. Dari total 50 pemohon yang terdaftar, 27 di antaranya laki-laki dan 23 perempuan. Seluruh kuota habis terpakai dalam sehari.
Petugas melakukan pendaftaran, verifikasi berkas, pengambilan data biometrik, hingga wawancara langsung di lokasi. Proses berlangsung tertib dan lancar sejak pagi hingga seluruh rangkaian selesai.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan PLBN Wini serta Pelaksana Harian Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua. Sinergi kedua instansi disebut menjadi kunci kelancaran pelayanan.
Eazy Passport adalah program layanan paspor bergerak yang dirancang untuk menjangkau daerah terpencil. Di PLBN Wini, layanan ini menyasar warga yang tinggal di sekitar perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Selama ini, warga harus menempuh perjalanan puluhan kilometer ke Atambua hanya untuk mengurus paspor. Dengan adanya layanan di PLBN, waktu dan biaya transportasi bisa ditekan signifikan.
Masyarakat menyambut positif kehadiran layanan ini. Mereka berharap program serupa bisa digelar secara berkala, mengingat kebutuhan paspor untuk bekerja, berdagang, atau mengunjungi keluarga di seberang perbatasan cukup tinggi.
Pelayanan Eazy Passport menjadi bukti koordinasi lintas instansi di kawasan perbatasan berjalan efektif. Ke depan, program ini diharapkan bisa diperluas dengan kuota yang lebih besar.