DWP Kemenkum NTT Edukasi Keluarga Cegah Leptospirosis, Waspadai Gejala Berat hingga Gagal Ginjal

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:22:01 WIB
Ketua DWP Kemenkum NTT mengedukasi keluarga tentang pencegahan leptospirosis melalui kewaspadaan dini.

KUPANG — Ketua DWP Kanwil Kemenkum NTT dr Dwita Anastasia Deo menekankan bahwa kewaspadaan dini menjadi kunci utama melindungi keluarga dari infeksi bakteri Leptospira yang tidak kasat mata. Penyakit zoonosis ini ditularkan melalui hewan terinfeksi, terutama tikus, dan bisa masuk ke tubuh manusia lewat luka terbuka pada kulit, selaput lendir mata, hidung, mulut, hingga makanan atau minuman terkontaminasi.

Demam Tinggi Mendadak hingga Mata Menguning, Kenali Gejalanya

Dwita menjelaskan fase awal leptospirosis ditandai demam tinggi mendadak, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Pada fase berat yang disebut Penyakit Weil, kondisi bisa berkembang menjadi kulit dan mata menguning (ikterus), gangguan fungsi hati dan ginjal, perdarahan, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran.

"Apabila terdapat anggota keluarga menunjukkan gejala leptospirosis, terutama setelah terpapar banjir atau lingkungan berisiko tinggi, langkah pertama adalah segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya.

Langkah Sederhana di Rumah yang Bisa Menyelamatkan

Dwita meminta keluarga memberikan informasi kepada tenaga kesehatan mengenai riwayat kontak dengan air banjir, genangan air, atau lingkungan banyak tikus dalam dua pekan terakhir. Informasi itu mempermudah

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top