KUPANG — Warga di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya merasakan guncangan gempa bumi pada Rabu pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4 terjadi tepat pukul 09.08 Wita.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebut gempa ini tergolong dangkal. Pusat gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer timur laut Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter pembaruan dengan magnitudo 4,” kata Arief kepada wartawan di Kupang.
Di Kabupaten Sumba Barat, guncangan mencapai skala intensitas IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Jendela dan pintu berderik, dinding berbunyi, dan sensasinya seperti ada truk besar yang melintas.
Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat Daya, intensitasnya lebih rendah, yakni II-III MMI. Getaran dirasakan nyata oleh sebagian orang di dalam rumah, namun tidak sampai menimbulkan kepanikan massal.
BMKG menjelaskan, gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Sumba. Kedalaman hiposenter hanya 6 kilometer, menjadikannya gempa bumi dangkal yang getarannya terasa cukup kuat di permukaan.
“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Arief.
Hingga siang hari, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Dari laporan awal yang diterima BMKG, belum ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Warga diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Arief.
BMKG mengimbau warga Sumba Barat dan sekitarnya untuk terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas kegempaan. Informasi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG maupun stasiun geofisika terdekat.