KUPANG — KPID NTT melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor RRI Kupang, Rabu (17/6), untuk membahas penguatan sinergi antara lembaga pengawas dan lembaga penyiaran publik. Pertemuan yang berlangsung di Jalan Tompelo itu juga menyoroti tantangan jangkauan siaran di empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, serta Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua yang berbatasan dengan Benua Australia.
Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati, menekankan bahwa RRI memiliki peran krusial sebagai media penyeimbang di daerah-daerah yang sulit dijangkau media lain. “RRI merupakan lembaga milik publik yang hadir di tengah masyarakat terutama di daerah-daerah perbatasan dan daerah 3T,” ujar Yoppy Lati, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kunjungan itu sekaligus untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi RRI Kupang, terutama terkait jangkauan siaran. “Kami ingin memastikan hak-hak masyarakat di daerah-daerah perbatasan, daerah terselatan bisa memperoleh informasi yang berkualitas yang dipancarkan oleh RRI Kupang,” tegasnya.
Kepala RRI Kupang, Raden Muhammad Yusridarto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjalankan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dengan prinsip independen dan netral. “RRI harus jadi penyejuk di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam waktu dekat, RRI Kupang akan meluncurkan Program Cek Fakta bekerja sama dengan Masyarakat Anti Berita Hoaks. Program ini dirancang untuk meluruskan informasi-informasi hoaks yang marak beredar di tengah masyarakat. “Kebutuhan masyarakat saat ini adalah mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, presisi dan RRI menjadi alternatif untuk mendapatkan informasi yang benar,” ujar Yusridarto.
Saat ini, RRI Kupang mengudara melalui tiga kanal: Pro 1 untuk kalangan umum, Pro 2 khusus anak muda, dan Pro 4 yang fokus pada budaya dan UMKM. RRI juga telah memiliki pemancar di hampir seluruh kabupaten dan kota di NTT, termasuk daerah perbatasan.
Komisioner KPID NTT, Yohanes AR Teme, memberikan apresiasi kepada RRI Kupang yang menyiarkan langsung gelaran Piala Dunia 2026 dan menyediakan fasilitas nonton bareng (nobar) untuk warga sekitar. “KPID memberikan apresiasi kepada RRI Kupang karena bisa menyiarkan secara langsung Piala Dunia 2026 dan menyiapkan fasilitas untuk nonton bareng,” ujar penyiar Radio Trilolok FM Kupang itu.
Kedua lembaga sepakat untuk terus memperkuat konten lokal dan kearifan lokal NTT, seperti bahasa daerah dan musik NTT. “RRI harus jadi suara Flobamorata,” tegas Yohanes AR Teme. Ke depan, program edukasi digital dan penolakan terhadap informasi hoaks akan menjadi prioritas bersama.