MAUMERE — Abu vulkanik dari dua gunung api yang aktif di Flores memaksa otoritas penerbangan menghentikan operasional dua bandara utama. Kepala Bandar Udara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, memastikan penutupan efektif berlaku mulai Sabtu (20/6) hingga Minggu pukul 06.00 WITA.
Seluruh jadwal penerbangan pada hari itu ditangguhkan. Sejumlah rute yang dibatalkan antara lain Wings Air rute Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, serta Makassar-Maumere dan sebaliknya.
Penutupan Bandara Frans Seda Maumere bukan kali pertama. Bandara yang melayani penerbangan ke sejumlah kota besar itu sebelumnya juga sempat ditutup pada Rabu hingga Kamis pekan ini akibat lontaran abu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kepala Bandara Partahian Panjaitan mengatakan langkah ini diambil demi menjamin keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang. "Penutupan ini mengikuti perkembangan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu siang.
Sementara itu, Bandar Udara Gewayantana Larantuka sudah lebih dulu menerapkan status penutupan sementara sejak Kamis lalu. Kepala Bandara Puguh Lukito menyatakan penghentian operasi dilakukan akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok dan dampak abu dari Lewotobi Laki-laki.
"Saat ini statusnya resmi Aerodrome Closed. Belum ada jadwal pasti pembukaan kembali; penumpang disarankan memantau informasi resmi maskapai," jelasnya.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ile Lewotolok mulai aktif sejak 18 Juni 2026 dengan kolom abu setinggi 300 meter, berwarna putih hingga kelabu, dan bergerak ke arah barat. Statusnya berada di Level II (Waspada).
Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki status lebih tinggi, yaitu Level III (Siaga), dengan aktivitas erupsi yang terus berlangsung. PVMBG mengimbau warga tidak mendekati area dengan radius 5 kilometer dari puncak kedua gunung. Masyarakat juga diminta waspada terhadap risiko lahar hujan jika turun hujan deras di sekitar lereng.