Bahlil Beri Mandat Baru ke LEMIGAS Beli Minyak dari Luar Negeri, BPMA Genjot Lifting Blok Andaman

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:56:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil memberikan mandat baru kepada LEMIGAS untuk mengurus pengadaan minyak dari pasar internasional.

NUSA TENGGARA TIMUR — Bahlil menegaskan, para pejabat yang baru dilantik langsung dihadapkan pada sederet pekerjaan rumah yang menanti. Untuk LEMIGAS, institusi yang selama ini dikenal sebagai pusat penelitian dan pengembangan migas, kini mengemban mandat baru yang jauh lebih besar: mengurus pengadaan minyak dari pasar internasional.

"Kita tahu bersama bahwa LEMIGAS mendapat mandat dari pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengadaan migas," ujar Bahlil seusai prosesi pelantikan di Jakarta, Rabu (5/8).

Fokus Baru BPMA di Blok Andaman

Di sisi lain, BPMA yang membawahi pengelolaan migas di Aceh juga mendapat penekanan khusus. Bahlil meminta lembaga tersebut untuk tidak hanya mengelola blok-blok eksisting, tetapi juga agresif mencari sumber produksi baru.

"BPMA harus tingkatkan lifting di Andaman dan naikkan semua sumber-sumber blok minyak kita yang ada di wilayah Aceh," tegasnya.

Wilayah Andaman selama ini dikenal sebagai salah satu area dengan potensi cadangan migas yang besar namun belum optimal dieksplorasi. Dorongan untuk memaksimalkan temuan cadangan baru di sana sejalan dengan target pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional yang terus menurun dalam satu dekade terakhir.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Sayangnya, Kementerian ESDM belum merilis secara rinci nama-nama pejabat yang dilantik pada hari ini. Namun, pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Kementerian ESDM yang mencakup tiga institusi penting: LEMIGAS, Badan Geologi, dan BPMA.

Badan Geologi sendiri memiliki peran krusial dalam pemetaan potensi sumber daya alam, baik mineral, batu bara, maupun panas bumi. Sementara LEMIGAS dengan mandat barunya kini berada di garda terdepan untuk menjaga pasokan minyak nasional di tengah fluktuasi harga global.

Langkah Bahlil ini menandakan pergeseran strategi pemerintah dalam mengelola energi nasional — dari sekadar regulasi menjadi keterlibatan langsung dalam rantai pasok. Dengan mandat pengadaan minyak luar negeri, LEMIGAS diharapkan mampu menjadi instrumen negara untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top