BI NTT Dorong Penggunaan Rupiah di Perbatasan RI-Timor Leste, 1.000 Warga Hadiri Garuda Sakti Cross Border Fest 2026

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:28:29 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso membuka Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di Kupang, Jumat (…).

KUPANG — BI NTT menegaskan penggunaan rupiah di wilayah perbatasan bukan sekadar urusan transaksi ekonomi, melainkan bagian dari menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso saat membuka Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.

"Rupiah adalah simbol kedaulatan dan identitas bangsa yang perlu dicintai, dibanggakan dan digunakan dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Adidoyo di Kupang, Jumat siang.

Pasar Murah QRIS: 420 Transaksi Tercatat dalam Satu Malam

Festival yang berlangsung di kawasan perbatasan ini tidak hanya mengedepankan sosialisasi, tetapi juga menghadirkan stimulus ekonomi nyata bagi masyarakat. Pasar murah yang menggunakan sistem pembayaran QRIS mencatatkan 420 transaksi, sementara bazar melibatkan sekitar 120 UMKM lokal.

Antusiasme warga terlihat dari kepadatan pengunjung pada malam pembukaan. Lebih dari 1.000 orang hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung hingga pekan depan.

Edukasi CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen untuk Warga Perbatasan

BI NTT tidak hanya mendorong penggunaan mata uang rupiah, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai program Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi ini dinilai krusial mengingat tingginya interaksi ekonomi dan mobilitas warga dengan negara tetangga Timor Leste.

Dalam agenda edukasi, BI NTT menghadirkan materi mengenai CBP Rupiah, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, hingga Perlindungan Konsumen (PEKA). Materi tersebut dikemas dalam Garuda Edukasi dan Koordinasi yang menyasar berbagai kalangan.

Garuda Championship: Ajang Edukasi bagi Pelajar SD, SMP, dan SMA

Rangkaian festival juga mencakup Garuda Championship, yakni perlombaan yang ditujukan bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang literasi keuangan sejak dini kepada generasi muda di daerah perbatasan.

Sementara itu, Garuda Entertainment turut meramaikan festival sebagai sarana menarik minat masyarakat untuk hadir dan mendapatkan edukasi keuangan secara lebih santai.

Digitalisasi dan Rupiah: Dua Sisi yang Harus Berjalan Beriringan

Adidoyo menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi instrumen penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap ekosistem ekonomi dan keuangan digital, khususnya bagi pelaku UMKM di perbatasan.

"Digitalisasi membuka peluang ekonomi, sementara Rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan. Keduanya harus berjalan bersama untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan," ujarnya.

Melalui festival ini, BI NTT berharap tercipta ekosistem transaksi yang aman, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di wilayah NKRI, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan yang lebih inklusif.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top