KUPANG — Rapat lintas sektor Rencana Tata Ruang Wilayah digelar untuk membahas dan menyetujui substansi Ranperda RTRW atau Rencana Detail Tata Ruang daerah. Pemkab Kupang hadir langsung melalui Bupati Yosef Lede dan Ketua DPRD Daniel Taimenas.
Kabupaten Kupang dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pariwisata, pemukiman, hingga industri. Potensi itu memerlukan pengaturan tata wilayah yang strategis agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Yosef Lede berharap penataan perkotaan Oelamasi bisa dilakukan dengan baik. Pemerintah daerah ingin membangun pusat bisnis, ekonomi, pendidikan, pariwisata, pemukiman, dan pemerintahan di kawasan tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Kupang sudah memekarkan tiga daerah otonom baru. Status sebagai daerah induk membuat penataan kehidupan dan tatanan wilayah harus dibenahi.
“Saya akui, Kabupaten Kupang sudah memekarkan 3 Daerah/Kabupaten namun sebagai ibu yang melahirkan, perlu menata kehidupan dan tatanan wilayah yang baik,” ungkap Yosef.
Dalam paparannya, Yosef menyoroti sejumlah kawasan yang perlu diatur ulang. Kawasan Industri Bolok disebut memerlukan pengaturan kembali secara bijaksana.
Pemkab Kupang juga memperkuat usulan pembangunan bandara di wilayah Kupang Tengah atau Kupang Timur. Bandara baru diharapkan lebih representatif, strategis, dan mudah diakses masyarakat.
“Kawasan Industri Bolok yang perlu diatur kembali secara bijaksana,” tegasnya.
Sejumlah usulan lain disampaikan dalam rapat tersebut. Pemekaran wilayah Daerah Otonom Baru Amfoang masuk dalam pembahasan, begitu pula penguatan potensi wisata di Semau.
Di Semau direncanakan pembangunan patung Kristus tertinggi di dunia serta lapangan golf besar di Semau Selatan. Savana Amfoang Tengah dan Selatan, observatorium, hingga kawasan industri turut diusulkan masuk tata ruang.
“Kabupaten kupang punya potensi hebat, ini perlu di atur secara baik RTRWnya sehingga memberikan asas manfaat bagi masyarakat,” terang Yosef.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas menekankan pentingnya RTRW yang disusun dapat terlaksana dengan baik. Ia juga meminta penyusunan memperhatikan kearifan lokal masyarakat.
“Kami berharap dapat menghasilkan RTRW yang berkualitas, berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Daniel.
Daniel mengapresiasi langkah Pemda dan Kementerian ATR/BPN sehingga kegiatan lintas sektor bisa berjalan baik.
Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Utama Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Gabriel Triwibawa, menyampaikan harapan agar rapat lintas sektor menghasilkan penataan Kawasan Strategis yang baik. Selain Kabupaten Kupang, rapat yang sama membahas Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Kita harapkan melalu Rakor Linsek hari ini menjadi fondasi dasar terujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik, maju dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Gabriel menilai rancangan tata ruang ini menjadi fondasi dasar Kabupaten Kupang untuk membangun peradaban dan kehidupan pada masa mendatang.
Dalam lingkup Pemkab Kupang, rapat tersebut turut dihadiri Sekda Mateldi Sanam, Asisten 3 Juhardi Selan, dan Kadis PU Tonci Teuf.