Airlangga Tawarkan 90% Tarif Nol ke Investor Kanada di Forum CABC Toronto

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 17 September 2026 | 11:19:31 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR — Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif untuk lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia begitu ICA-CEPA berlaku efektif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu di depan pelaku usaha Kanada dalam Canada-ASEAN Business Council Executive Dialogue di Toronto, dan sekaligus mengundang mereka menjajaki sektor mineral kritis hingga jasa keuangan.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) sudah selesai diratifikasi kedua negara dan kini masuk tahap pembahasan pengaturan teknis, termasuk aturan asal barang atau rules of origin. Airlangga menyebut forum bisnis itu sebagai jembatan agar manfaat perjanjian bisa segera terasa begitu berlaku efektif.

"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," kata Airlangga di Toronto, Kanada, Senin (14/9).

Timbal Balik Tarif: 90% dari Kanada, 86% dari Indonesia

Melalui ICA-CEPA, Kanada sepakat menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia. Indonesia akan melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

Perjanjian ini resmi disepakati di Ottawa, Kanada, pada 2025. ICA-CEPA tercatat sebagai perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara.

Lima Sektor yang Dibuka untuk Investor Kanada

Airlangga menyebut sejumlah sektor yang saling melengkapi kekuatan kedua negara sebagai pintu masuk investasi. Ia mengundang investor dan pelaku usaha Kanada menjajaki bidang-bidang berikut:

  • Hilirisasi mineral kritis, termasuk nikel dan bahan baterai
  • Energi bersih dan terbarukan
  • Agri-pangan dan perikanan berkelanjutan
  • Infrastruktur
  • Jasa keuangan dan digital

Pemerintah Indonesia, kata Airlangga, tengah aktif membangun kerangka kerja pendukung agar peluang di sektor-sektor itu bisa langsung dieksekusi pelaku usaha.

Pasar Indonesia Dinilai Stabil dan Disiplin

Di hadapan anggota CABC, Airlangga menegaskan posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga stabil. Ia menyampaikan apresiasi kepada CABC sebagai jembatan hubungan bisnis antara perusahaan Kanada dan negara-negara ASEAN.

"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Menko Airlangga.

Ia menilai dialog bersama pelaku usaha menjadi krusial karena merekalah ujung tombak perwujudan manfaat ICA-CEPA secara konkret. Kesiapan dunia usaha, menurutnya, perlu dibangun sejak dini.

"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," katanya.

Nuklir, Asuransi, hingga AI Masuk Pembahasan Terpisah

Di sela rangkaian acara, Airlangga menyampaikan sambutan pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada The Honourable Mélanie Joly. Forum itu dipakai untuk mengajak lebih banyak investasi Kanada masuk ke sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, hingga kecerdasan artifisial.

Pembahasan bilateral juga berlanjut ke kerja sama energi tenaga nuklir dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards. Airlangga turut mendiskusikan penguatan kerja sama keuangan Indonesia-Kanada dengan CEO Sun Life, Kevin D. Strain.

CABC Executive Dialogue digelar di sela Canada Investment Summit dan menjadi forum dialog untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha, investor, serta pemerintah dari kawasan ASEAN dan Kanada.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top