NUSA TENGGARA TIMUR — Xiaomi memastikan bakal membawa mobil listriknya ke pasar Indonesia, meski belum ada jadwal resmi peluncuran. Rencana ekspansi global perusahaan asal China ini menempatkan Jerman sebagai pasar pertama di luar China pada kuartal ketiga 2027. Indonesia disebut sebagai pasar strategis, tetapi harus menunggu antrean setelah Eropa.
Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menegaskan komitmen perusahaan terhadap pasar otomotif nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers usai peluncuran REDMI Note 17 series di Jakarta, Rabu (16/9).
Meski memastikan kehadiran mobil listrik, Xiaomi belum bisa memastikan kapan produknya akan dijual resmi di Indonesia. Perusahaan saat ini tengah menyiapkan ekspansi ke pasar global dengan Eropa sebagai tujuan awal.
Xiaomi akan memasuki pasar Jerman pada kuartal ketiga 2027. Langkah itu dilakukan melalui kontrak yang telah disepakati dengan dealer kendaraan di negara tersebut.
Jerman menjadi pintu masuk Xiaomi ke pasar otomotif global sebelum menyasar kawasan lain, termasuk Asia Tenggara. Setelah sukses di pasar China, perusahaan mulai menyiapkan ekspansi ke pasar internasional secara bertahap.
Michael menilai Indonesia memiliki posisi strategis bagi bisnis Xiaomi secara keseluruhan. Namun, perusahaan memilih menyelesaikan persiapan ekspansi Eropa terlebih dahulu sebelum merealisasikan rencana di Indonesia.
"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," ujar Michael.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Indonesia tetap masuk dalam peta ekspansi kendaraan listrik Xiaomi. Hanya saja, waktu peluncuran dan model yang akan dipasarkan belum diputuskan.
Xiaomi mulai memasuki industri kendaraan listrik pada akhir 2023 dengan memperkenalkan Xiaomi SU7. Mobil listrik berbentuk sedan itu menjadi penanda ambisi perusahaan masuk ke sektor otomotif.
Setelah SU7, Xiaomi memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan sejumlah model lain. Di antaranya Xiaomi YU7 dan Xiaomi SU7 Ultra.
Perusahaan juga mengembangkan lini kendaraan di bawah merek Skynomad. Salah satu model yang telah diperkenalkan adalah Skynomad N70 Max.
Kehadiran Xiaomi di pasar mobil listrik Indonesia akan menambah persaingan di segmen kendaraan listrik yang tengah tumbuh. Merek China lain seperti BYD, Wuling, dan Chery sudah lebih dulu memasarkan produk mereka di Tanah Air.
Xiaomi belum memberikan jadwal peluncuran maupun model mobil listrik yang akan dipasarkan di Indonesia. Meski demikian, pernyataan Michael menegaskan Indonesia masuk dalam rencana perusahaan untuk memperluas bisnis kendaraan listriknya.
Bagi konsumen Indonesia, kepastian waktu menjadi faktor penting. Pasalnya, insentif kendaraan listrik dan pembangunan infrastruktur pengisian daya terus berjalan, sehingga persaingan model baru diprediksi makin ketat dalam beberapa tahun ke depan.