Persatuan Wartawan Indonesia Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi 24 jurnalis korban gempa bumi Flores yang terjadi 15 Agustus 2026. Bantuan dari PWI Jawa Timur dan PWI DKI Jakarta itu diserahkan bertahap ke wartawan di tujuh kabupaten terdampak, dari Manggarai Barat sampai Sikka, tanpa memandang afiliasi organisasi.
LABUAN BAJO — Ketua PWI NTT Hilarius Fery Jahang menyebut penyaluran bantuan menyasar jurnalis yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan akibat gempa. Pendataan penerima dilakukan sejak dua hari pascabencana, jauh sebelum bantuan dari dua provinsi itu tiba.
Penyerahan sebagian bantuan sudah berjalan dan dilakukan bertahap mulai Labuan Bajo hingga Maumere. PWI NTT menargetkan seluruh proses penyaluran rampung dalam sepekan ini.
Bantuan pangan yang disalurkan mencakup 10 kilogram beras, dua dos mi instan, dua papan telur, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula untuk setiap penerima. Paket itu diserahkan langsung ke rumah masing-masing jurnalis terdampak.
Selain kebutuhan pangan, PWI NTT mengupayakan bantuan perbaikan hunian bagi wartawan yang rumahnya rusak. Sejumlah rumah jurnalis dilaporkan mengalami kerusakan berat dan sedang akibat guncangan gempa.
Hilarius memohon maaf apabila masih ada wartawan terdampak yang belum masuk daftar pendataan awal. Ia membuka peluang penyaluran bantuan tambahan jika ditemukan penerima baru.
"Kami berharap masih ada tambahan bantuan. Jika ada rekan yang belum terdata, kami akan kembali menyalurkan bantuan," katanya.
Pendataan awal menyasar jurnalis yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa. Wilayah itu membentang dari Manggarai Barat hingga Sikka, dengan Labuan Bajo dan Maumere sebagai dua titik penyaluran utama.
Hilarius juga mengingatkan seluruh jurnalis yang bertugas di lokasi bencana untuk mengutamakan keselamatan. Ia meminta wartawan tidak mengabaikan risiko saat meliput di area terdampak.
"Keselamatan harus didahulukan. Jangan mengabaikan risiko. Tetap waspada, tetap hati-hati," tegasnya.
Gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu berdampak luas pada warga, termasuk kalangan jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan lintas provinsi ini melibatkan PWI Jawa Timur dan PWI DKI Jakarta sebagai penyumbang utama.