Dinas Perpustakaan Kota Kupang Hadirkan Mobil Keliling di Car Free Day Setiap Sabtu, Anak-Anak Dapat Hadiah Alat Tulis

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 26 September 2026 | 16:15:31 WIB
Anak-anak memilih buku cerita di mobil perpustakaan keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang saat Car Free Day.

KUPANG — Layanan perpustakaan keliling yang hadir di Car Free Day Kota Kupang berawal dari gagasan Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Zakarias Seba Raya. Pria yang dikenal sebagai Zakris Tokan itu menyebut gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi inovasi pelayanan perpustakaan di ruang publik.

"Pelayanan di Car Free Day ini awal mulanya adalah ide dari saya. Kemudian saya jadikan sebagai sebuah inovasi pelayanan. Puji Tuhan, inovasi ini mendapat respons yang baik dari Bunda Literasi Kota Kupang dan Wali Kota Kupang," ujar Zakris.

Ruang Publik Jadi Tempat Membaca Alternatif

Car Free Day dinilai strategis karena setiap akhir pekan banyak warga datang untuk berolahraga, berekreasi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Pemanfaatan ruang publik itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan buku lebih dekat dengan masyarakat.

"Kami ingin perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat orang datang meminjam buku. Kami juga berupaya membawa buku dan layanan perpustakaan langsung mendekati masyarakat," katanya.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata menghadirkan buku di tengah masyarakat. Zakris menyebut kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan minat baca dan memperluas pengetahuan, terutama di kalangan anak-anak.

"Kegiatan ini bermuara pada satu tujuan mulia, yaitu mencerdaskan anak bangsa," ujarnya.

Anak-Anak Antusias Pilih Buku Cerita

Suasana Car Free Day yang biasanya dipenuhi warga untuk berolahraga dan berekreasi menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan buku. Sejumlah anak terlihat mendatangi mobil perpustakaan keliling, memilih buku yang menarik perhatian mereka, lalu membaca di sekitar lokasi.

Dua siswa SDN Oebobo, Sella dan Jordi, termasuk di antara anak-anak yang memanfaatkan layanan tersebut. Bagi mereka, perpustakaan keliling memberi kesempatan mengenal berbagai jenis buku sekaligus membaca buku cerita anak di luar lingkungan sekolah.

"Saya senang bisa datang ke sini. Kami tidak hanya melihat berbagai jenis buku, tetapi juga bisa membaca buku cerita anak. Saya juga mendapat hadiah dari petugas berupa pensil, penggaris dan buku tulis. Hadiah ini membuat saya semakin senang untuk membaca," kata Sella.

Jordi mengatakan kegiatan membaca di ruang publik memberikan pengalaman berbeda. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan sehingga anak-anak semakin terbiasa membaca.

"Saya senang bisa membaca buku cerita anak di sini. Banyak buku yang bisa dilihat dan dibaca. Selain itu, kami juga mendapat hadiah seperti pensil, penggaris dan buku tulis dari petugas. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan supaya anak-anak semakin senang membaca," ujar Jordi.

Hadiah Alat Tulis untuk Tarik Minat Anak

Untuk menarik minat anak-anak, pengelola tidak hanya menyediakan bahan bacaan. Petugas juga menyiapkan hadiah sederhana bagi anak yang mengikuti kegiatan, antara lain buku tulis, pensil, bolpoin, penggaris, penghapus, dan peruncing.

Zakris mengatakan keberlangsungan kegiatan perpustakaan keliling tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi Kota Kupang.

"Awalnya kegiatan ini hanya bermodalkan nekat. Namun, akhirnya mendapat dukungan sehingga sampai sekarang tetap eksis," katanya.

Dukungan itu dinilai penting agar kegiatan membaca tidak berhenti pada penyediaan buku, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat. Zakris berharap budaya membaca semakin tumbuh di kalangan anak-anak Kota Kupang dan dibangun sejak dini melalui ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Buku adalah gudang ilmu dan buku adalah jendela dunia. Tidak baca tidak tahu, kurang baca kurang tahu, banyak baca banyak tahu," ujar Zakris.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: flobamora-spot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top