NUSA TENGGARA TIMUR — Huawei resmi mengumumkan kehadiran Watch GT 7 dan Watch GT 7 Pro di Indonesia, dengan penjualan perdana dijadwalkan mulai 7 Oktober 2026. Kedua smartwatch ini mempertahankan daya tahan baterai hingga 21 hari, kompatibel dengan Android dan iOS, serta membawa pembaruan di sisi kesehatan dan olahraga. Huawei belum mengungkap harga resminya, tetapi sudah membuka penawaran pre-order dengan bonus hingga Rp1,3 juta.
Huawei Indonesia membuka masa penawaran awal untuk Watch GT 7 Series sejak 30 September hingga 7 Oktober 2026, sebelum perangkat resmi dijual di kanal ritel. Pembeli yang memesan lebih dulu mendapat HUAWEI FreeBuds SE 2 senilai Rp699 ribu plus gratis tiga bulan layanan HUAWEI Health+.
Khusus pembeli Watch GT 7 Pro, Huawei menambahkan Vegan Leather Strap dengan total hadiah mencapai Rp1,3 juta, ditambah cashback Rp500 ribu. Skema bonus ini berlaku selama periode pre-order dan menjadi daya tarik utama sebelum harga resmi diumumkan.
Watch GT 7 Pro memakai nanocrystal ceramic bezel, titanium alloy case, dan sapphire glass. Kombinasi material ini menempatkan GT 7 Pro sebagai varian premium dalam lini tersebut.
Sementara Watch GT 7 hadir dalam dua ukuran, 46 mm dan 41 mm, dengan pilihan warna berbeda. Keduanya tetap mengusung daya tahan baterai hingga 21 hari serta mendukung pairing dengan smartphone Android maupun iOS.
Huawei memperkenalkan sistem Advanced Health Intelligence yang menggabungkan sejumlah indikator tubuh untuk menghasilkan insight yang lebih mudah dipahami pengguna. Pendekatan ini menjadi pembeda utama dibanding Watch GT 6 Series.
Fitur Coronary Heart Disease Risk Study menganalisis data fisiologis siang dan malam selama beberapa hari untuk memberi personalized cardiovascular risk assessment. Fitur ini didukung ECG, Pulse Wave Arrhythmia Analysis, dan Arterial Stiffness Assessment.
Ada pula Diabetes Risk Study yang memantau indikator fisiologis selama 3–14 hari, termasuk saat pengguna beristirahat dan tidur. Hasilnya dipakai untuk memberi insight terkait risiko diabetes dan hiperglikemia.
Huawei menegaskan fitur tersebut tidak mengukur kadar gula darah secara langsung dan bukan merupakan