Bupati Sumba Timur Dorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja Lewat Kelas Sumba Manis

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:30:01 WIB
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali meresmikan Kelas Sumba Manis di SMKN 2 Waingapu, Kamis.

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mendorong penguatan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan satuan pendidikan agar kualitas pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dorongan itu disampaikan saat peresmian Kelas Sumba Manis di SMKN 2 Waingapu, Kamis. Kelas hasil kerja sama PT Muria Sumba Manis (MSM) dengan sekolah tersebut menyasar Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Konstruksi dan Perumahan.

WAINGAPU — Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Bupati Sumba Timur, disaksikan Wakil Bupati Sumba Timur, jajaran Komisaris dan Managing Director MSM, serta Kepala SMKN 2 Waingapu. Kelas Sumba Manis berangkat dari nota kesepahaman (MoU) antara MSM dan SMKN 2 Waingapu yang diteken pada 17 Juni 2025.

Program ini dikembangkan untuk mendekatkan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan industri. Dukungan MSM menyentuh dua jurusan sekaligus, bukan hanya satu bidang keahlian.

Modernisasi Ruang Kelas hingga Simulator

Untuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, MSM memodernisasi ruang kelas, ruang workshop, dan ruang simulator dengan peralatan pembelajaran berteknologi modern. Fasilitas itu diarahkan memperkuat pembelajaran berbasis praktik.

Siswa diharapkan bisa mengembangkan kompetensi sekaligus menghasilkan karya dan produk yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan mendapat peralatan pembelajaran untuk menunjang kegiatan praktik.

Penguatan Guru dan Penyesuaian Kurikulum

Bantuan tidak berhenti di perangkat fisik. MSM memberikan pendampingan dan pelatihan dari konsultan bagi guru dan siswa soal penggunaan peralatan serta pengembangan kompetensi sesuai perkembangan teknologi.

Kurikulum pun disesuaikan agar lebih relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Siswa juga diberi kesempatan mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di MSM.

"Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga bagaimana peserta didik mendapatkan pengalaman praktik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," kata Umbu Lili Pekuwali.

Bupati mengapresiasi kontribusi MSM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dia berharap Kelas Sumba Manis dan berbagai fasilitas pendukungnya dimanfaatkan optimal oleh siswa dan tenaga pendidik.

Manfaat Baru Terasa Jika Kolaborasi Berkelanjutan

Managing Director MSM Budi Hediana menilai kolaborasi dunia usaha dan pendidikan memberi manfaat lebih besar bila dibangun secara berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketika dibangun secara berkelanjutan. Melalui Kelas Sumba Manis, kami ingin mendukung siswa agar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang semakin relevan dengan dunia kerja," ujarnya.

Bagi siswa SMKN 2 Waingapu, dampak paling langsung adalah akses praktik kerja lapangan di lingkungan perusahaan. Jalur itu membuka pengalaman kerja nyata sebelum lulus, sekaligus memperpendek jarak antara kompetensi lulusan dan permintaan industri di Sumba Timur.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top