SUMBA BARAT DAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 km arah barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 km. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa mengindikasikan pergerakan turun atau normal fault. Analisis tersebut menjadi dasar BMKG memetakan pola guncangan yang dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa guncangan dirasakan dengan skala intensitas bervariasi di beberapa wilayah. Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI MMI, yang menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.
Wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI. Sementara Kota Bima merasakan guncangan pada skala III MMI.
Dampak guncangan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di beberapa wilayah pada kategori sedang dan satu orang mengalami luka ringan.
“Selain itu, hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang kekuatan antara M1,5 hingga M4,3,” ujar Wijayanto.
BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan terus melakukan monitoring dan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei dampak gempa bumi secara komprehensif. Langkah tersebut untuk memastikan pemetaan kerusakan di wilayah terdampak berjalan akurat.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan menyalurkan pemutakhiran data secara berkala kepada pemangku kepentingan serta masyarakat luas.