KUPANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar pelatihan pengolahan limbah laut bagi siswa SMK Negeri 2 Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Pelatihan yang dikemas dalam program MARINECO itu berlangsung di Desa Oematnunu dengan melibatkan pendampingan guru sekolah.
Ketua Tim PkM Undana, Jusuf R. Manilapai, menyebut pelatihan bertujuan membekali siswa keterampilan praktis sekaligus mendorong kewirausahaan berbasis potensi lokal pesisir. Ia memimpin kegiatan bersama dua anggota tim, yakni Stella Feska dan Adimas Bagus Fahturohman.
Dalam pelatihan, tim memperkenalkan penggunaan ecoresin dan cairan katalis pengeras untuk mengolah bahan pesisir menjadi produk kerajinan ramah lingkungan atau eco-craft. Bahan baku yang dimanfaatkan meliputi cangkang kerang, pasir pantai, dan material laut lain yang selama ini belum diolah optimal.
"Melalui program MARINECO, kami menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi ecoresin untuk mengalihkan limbah laut menjadi produk kerajinan bernilai tambah," kata Jusuf.
Ia menambahkan tujuan utamanya adalah menumbuhkan jiwa wirausaha, memberikan keterampilan praktis, serta meningkatkan kemandirian ekonomi siswa-siswi pesisir sejak dini.
Kegiatan diawali tes awal untuk mengukur pengetahuan peserta soal bahan dan teknik pembuatan kerajinan. Tim lalu memberi materi tentang proses pengolahan serta prosedur keselamatan kerja, termasuk penggunaan masker selama praktik.
Siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan pencampuran ecoresin, katalis, pasir, dan limbah laut ke dalam cetakan. Campuran dibiarkan mengeras hingga membentuk produk kerajinan.
Setelah praktik, tim melaksanakan tes akhir untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi yang dilaporkan tim menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam membuat produk eco-craft.
Jusuf berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan siswa secara mandiri, baik sebagai kegiatan kreatif maupun peluang usaha yang memanfaatkan bahan baku di lingkungan pesisir.
"Harapannya, melalui pelatihan ini tidak hanya terjadi peningkatan wawasan dan keterampilan praktis siswa dalam mengolah limbah laut menjadi produk eco-craft, tetapi juga terbentuk kesadaran berwirausaha berbasis potensi lokal pesisir yang berkelanjutan," ujarnya.
Lokasi SMKN 2 Kupang Barat dipilih karena berada di kawasan pesisir dengan potensi bahan baku kerajinan yang melimpah. Melalui program MARINECO, Undana berupaya memperkuat peran pengabdian perguruan tinggi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir.