Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kupang Pangkas Syarat Pendaftaran Pelanggan Baru, Kini Cukup KTP

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:46:02 WIB
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Ferdi Jermias, menyampaikan pemangkasan syarat pendaftaran pelanggan baru cukup dengan KTP.

KUPANG — Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Ferdi Jermias, menyatakan bahwa pemangkasan syarat administrasi dilakukan agar calon pelanggan tidak terbebani persyaratan di luar ketentuan. Menurut dia, biaya yang disampaikan ke masyarakat juga mengikuti aturan resmi tanpa pungutan tambahan.

"Kami hanya membutuhkan KTP untuk pendaftaran pelanggan. Biaya yang disampaikan juga sesuai dengan ketentuan, tanpa tambahan biaya lain di luar yang diinformasikan," kata Ferdi di Kupang.

Pembenahan pelayanan tersebut disusun berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan yang digelar setiap enam bulan. Dari evaluasi itu, Perumda mengidentifikasi tiga aspek yang sebelumnya masih lemah.

Indeks Kepuasan Pelanggan Naik dari 82 ke 84

Pada periode Juli-Desember 2025, indeks kepuasan pelanggan tercatat 82. Angka itu naik menjadi 84 pada periode Januari-Juni 2026.

Kenaikan tersebut tidak lepas dari perbaikan pada tiga aspek yang sebelumnya dinilai perlu ditingkatkan, yakni respons terhadap pengaduan, sarana dan prasarana, serta kompetensi pegawai. Perumda menggelar pelatihan bagi pegawai, terutama soal upaya menekan kebocoran air, pengoperasian pompa secara tepat, dan kesadaran menanggapi pengaduan masyarakat.

Hasil survei terbaru menunjukkan ketiga aspek itu mengalami peningkatan dan masuk kategori baik. Meski begitu, nilainya masih berada di batas minimal kategori tersebut.

Baru 20 Persen Warga Kota Kupang Terlayani Sambungan Rumah

Hingga akhir September 2026, layanan Perumda menjangkau 19.408 sambungan rumah atau sekitar 90 ribu jiwa. Jumlah itu setara sekitar 20 persen dari total penduduk Kota Kupang yang diperkirakan mencapai 482 ribu jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Perumda memanfaatkan sumber air permukaan dan air tanah dalam melalui sumur bor. Tiga sumber air permukaan yang digunakan adalah Kali Dendeng, Mata Air Oeba, dan Mata Air Hitam di kawasan Universitas Kristen (Unkris).

Kerusakan pompa di Mata Air Hitam membuat pasokan dari sumber tersebut terganggu. Perumda lalu mengalihkan pasokan dengan memanfaatkan sumur bor yang sebelumnya belum dioperasikan secara maksimal, salah satunya di sekitar Kelurahan Lasiana.

Jadwal Pengaliran di Lasiana dan Oesapa Berubah Jadi Tiga Kali Seminggu

Kapasitas produksi dari sumber alternatif di Lasiana yang dimanfaatkan saat ini sekitar 20 liter per detik. Volume itu diperkirakan mampu melayani sekitar 2.000 pelanggan, bergantung pada pola pengoperasiannya.

Pengalihan sumber air berdampak pada jadwal distribusi di wilayah terdampak. Jika sebelumnya air dialirkan setiap hari, kini pengaliran dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Ferdi menyatakan Perumda tetap berupaya menjaga pelayanan agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi meski menghadapi keterbatasan sumber air. Ia berharap penggantian pompa Mata Air Hitam dapat segera dilakukan sehingga sumber tersebut kembali beroperasi dan mendukung perluasan pelayanan di wilayah Lasiana dan Oesapa.

Perumda Minta Dukungan Infrastruktur Pemkot Kupang

Peningkatan pelayanan, kata Ferdi, membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai. Dukungan Pemkot Kupang dalam pengembangan sarana dan prasarana air bersih dinilai perlu untuk memperkuat kapasitas produksi serta memperluas jangkauan layanan.

Di tengah ancaman kekeringan dan penurunan debit sejumlah sumber air, Perumda melakukan penyesuaian distribusi dengan mengalihkan pasokan dari sumber yang debitnya menurun ke sumber lain yang berdekatan. Langkah itu ditempuh agar pelanggan tetap menerima air meski volume dan frekuensi pengaliran berubah.

Ferdi mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan, terutama ketika ketersediaan sumber air berkurang. Ia berharap warga tetap memberikan kepercayaan kepada Perumda sembari bersama-sama menjaga penggunaan air agar pelayanan terus berjalan di tengah keterbatasan sumber daya alam.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top