KUPANG — Kementerian Pariwisata menggandeng Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperluas pasar wisatawan nusantara ke wilayah daratan Flores. Enam peserta diterjunkan dalam perjalanan pengenalan destinasi atau familiarization trip, terdiri atas tiga perwakilan agen perjalanan dan operator tur, satu perwakilan media, serta dua pemengaruh dalam negeri.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Bayu Erlangga menyebut kegiatan itu tidak berhenti pada pengenalan objek wisata.
"Kegiatan ini dirancang bukan sekadar memperkenalkan destinasi, tetapi juga menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan bagaimana pengalaman tersebut dikembangkan menjadi pola perjalanan yang menarik. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan," kata Bayu dalam keterangan yang diterima di Kupang.
Rangkaian famtrip mencakup pertemuan bisnis atau table top business meeting, perjalanan wisata darat Labuan Bajo–Flores, serta aktivitas yoga saat matahari terbenam di kawasan Parapuar. Dalam pertemuan bisnis, lima pelaku usaha pariwisata mempresentasikan produk dan layanan mereka untuk dijajaki sebagai bagian dari paket perjalanan.
Kelima pelaku usaha itu adalah Mala Nusa, La Main, Desa Wisata Wae Lolos, Mosalaki Phinisi, dan Up & Up Komodo. Pertemuan mempertemukan pelaku usaha dengan agen perjalanan guna membuka peluang kerja sama dan memperluas pemasaran produk wisata.
Peserta juga mengunjungi sejumlah destinasi yang menawarkan pengalaman alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat Petrus Antonius Rasyid menilai pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPOLBF, dan pelaku usaha. Ia mengajak pelaku usaha memanfaatkan pertemuan bisnis untuk memperkenalkan produk wisata kepada mitra perjalanan.
Menurut Petrus, pengembangan pariwisata perlu memperhatikan kualitas pengalaman wisatawan agar mereka tertarik memperpanjang masa tinggal dan membelanjakan uang di destinasi yang dikunjungi. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan mendiskusikan peluang dukungan program dan sumber daya, termasuk membantu pelaku usaha kecil memperluas jangkauan pasar.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung mengatakan pengembangan wisata daratan Flores menjadi peluang memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat keterhubungan antardestinasi. Wisata bahari dan daratan dinilai perlu dikembangkan terpadu agar wisatawan punya lebih banyak pilihan aktivitas.
"Pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan Flores perlu dilakukan secara terintegrasi dengan menghubungkan potensi wisata bahari dan daratan. Keduanya bukan untuk saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam bagi wisatawan," ujar Andhy.
Dari sisi pemasaran, Bayu berharap produk wisata yang beragam mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Labuan Bajo dan Flores. Perpanjangan masa tinggal itu diharapkan memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi.
Upaya tersebut diharapkan memperluas promosi wisata daratan, meningkatkan daya saing produk perjalanan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.