NUSA TENGGARA TIMUR — ASUS resmi merilis ExpertBook Air di China dengan layar OLED 14 inci 2.8K 120Hz dan bobot hanya 1,28 kg, menjadikannya salah satu laptop bisnis tertipis di kelasnya. Ditenagai prosesor Intel Wildcat Lake dengan pilihan Core 5 320 atau Core 7 350, laptop ini dibanderol mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp13 jutaan. Sayangnya, ASUS belum mengungkap kapan perangkat ini masuk pasar global, termasuk Indonesia.
ASUS merilis ExpertBook Air sebagai laptop bisnis berbobot ringan yang menargetkan mobilitas tinggi. Laptop ini hadir dengan ketebalan hanya 10,4 mm dan bobot 1,28 kg, angka yang kompetitif untuk ukuran laptop bisnis 14 inci. Panel OLED 14 inci beresolusi 2.8K menjadi daya tarik utama, dengan refresh rate variabel hingga 120Hz dan rasio screen-to-body mencapai 90%.
Layar OLED 2.8K: Terang dan Akurat untuk Kerja Profesional
Panel yang digunakan mendukung cakupan warna 100% DCI-P3, sehingga cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna seperti desain grafis atau editing foto. Tingkat kecerahan maksimalnya mencapai 500 nits, cukup untuk penggunaan di dalam ruangan dengan pencahayaan terang.
ASUS juga menyematkan lapisan anti-glare untuk mengurangi pantulan cahaya. Sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 600 menandakan panel ini mampu menampilkan kontras tinggi dengan warna hitam yang pekat, meski belum sampai level HDR premium.
Performa Intel Wildcat Lake: Dua Pilihan Prosesor
ExpertBook Air diperkuat platform Intel Wildcat Lake dengan dua opsi chip. Varian terbawah memakai Core 5 320, sementara varian tertinggi menggunakan Core 7 350. Keduanya mengusung CPU 6-core dan iGPU Xe3 dengan 2 core.
- Core 5 320: CPU 6-core, iGPU Xe3 2 core, NPU standar
- Core 7 350: CPU 6-core, clock lebih tinggi, NPU lebih mumpuni
- RAM: hingga 16GB (varian Core 7 350)
- Penyimpanan: SSD hingga 512GB (varian Core 7 350)
Perbedaan utama antara kedua chip terletak pada clock speed dan kemampuan NPU. Core 7 350 menawarkan NPU yang sedikit lebih kuat, relevan untuk tugas-tugas berbasis AI ringan seperti background blur saat video call atau noise reduction pada mikrofon.
Baterai 65Wh dan Pendingin Aktif di Bodi Tipis
Meski bodinya sangat tipis, ASUS tetap menyematkan sistem pendingin aktif. Ini penting karena laptop tipis sering mengalami thermal throttling saat menjalankan beban kerja berat dalam waktu lama. Kehadiran kipas aktif memberi ruang bagi prosesor untuk mempertahankan performa lebih konsisten.
Baterai berkapasitas 65Wh diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Angka ini perlu diuji lebih lanjut karena klaim daya tahan baterai pabrikan biasanya diukur pada kondisi ideal, seperti pemutaran video dengan kecerahan rendah dan Wi-Fi nonaktif.
Konektivitas Lengkap Meski Bodinya Mungil
Untuk ukuran laptop super tipis, port yang tersedia tergolong lengkap. Ada satu USB-A, dua USB-C, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm. Konektivitas nirkabel didukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4.
Kehadiran HDMI 2.1 dan USB-A di bodi setipis 10,4 mm patut diapresiasi, karena banyak laptop tipis lain justru mengorbankan port tersebut demi desain lebih ramping. Pengguna tidak perlu langsung membeli dongle tambahan untuk menyambungkan monitor eksternal atau perangkat USB lama.
Harga dan Ketersediaan
Di China, ExpertBook Air dibanderol mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp13 jutaan untuk konfigurasi Core 5 320. Varian Core 7 350 dengan RAM 16GB dan SSD 512GB dijual seharga 7.499 yuan atau sekitar Rp16,4 jutaan.
ASUS belum mengungkap kapan laptop ini akan hadir di pasar global. Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai tanggal rilis maupun harga OTR. Mengacu pada pola ASUS sebelumnya, versi global biasanya menyusul beberapa bulan setelah debut di China.
Yang Perlu Diperhatikan
- Ketersediaan global belum dikonfirmasi, termasuk untuk Indonesia
- Klaim baterai 26 jam perlu verifikasi lewat pengujian independen
- NPU Wildcat Lake belum jelas seberapa besar peningkatannya untuk fitur AI lokal
- Harga di Indonesia biasanya lebih tinggi dari harga China karena pajak dan biaya distribusi
Kesimpulan Awal
ExpertBook Air memposisikan diri sebagai laptop bisnis ringan dengan layar OLED berkualitas dan port lengkap. Kombinasi bobot 1,28 kg, ketebalan 10,4 mm, dan panel 2.8K 120Hz membuatnya menarik untuk profesional mobile yang sering berpindah tempat.
Namun tanpa informasi harga global dan ketersediaan resmi di Indonesia, belum bisa dinilai apakah laptop ini kompetitif di pasar lokal. Pembeli yang tertarik sebaiknya menunggu konfirmasi resmi ASUS Indonesia sebelum mengambil keputusan.