Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Oswaldus Ngani, memantau langsung proses validasi data penerima manfaat di daratan Flores. Langkah ini diambil guna memastikan program nasional tersebut menyasar kelompok yang tepat sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan validasi ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin (4/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026). Tim di lapangan bergerak untuk mencocokkan data administratif dengan fakta riil di setiap wilayah administratif di NTT.
“Kita menindaklanjuti perintah pimpinan pusat untuk melakukan validasi data riil di lapangan melalui para koordinator kecamatan di daratan Flores maupun seluruh NTT,” ujar Oswaldus, Selasa (5/5/2026).
Oswaldus menjelaskan bahwa akurasi data menjadi kunci utama keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, BGN bekerja sama dengan pemerintah daerah secara berjenjang untuk meminimalkan risiko salah sasaran atau data ganda.
Proses verifikasi dilakukan mulai dari tingkat pusat, daerah, hingga menyentuh level kecamatan dan sekolah. BGN menerapkan sistem by name by address agar setiap penerima manfaat dapat teridentifikasi secara personal dan lokasinya jelas terpantau oleh sistem.
Keterlibatan koordinator kecamatan menjadi ujung tombak dalam proses ini. Mereka bertugas memastikan setiap siswa atau kelompok sasaran lainnya di sekolah-sekolah daratan Flores terdata dengan benar sebelum bantuan mulai disalurkan secara masif.
Agenda validasi ini tidak berhenti di satu titik saja. Oswaldus memaparkan bahwa pemantauan telah dimulai dari wilayah timur NTT dan kini sedang berfokus menyisir seluruh kabupaten yang ada di daratan Flores.
Setelah seluruh data di Flores rampung diverifikasi, tim Badan Gizi Nasional dijadwalkan segera bergeser ke wilayah lain. Pulau Sumba dan kabupaten lainnya di NTT akan menjadi sasaran validasi berikutnya guna melengkapi database penerima manfaat secara provinsi.
Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program MBG di NTT. Dengan data yang valid, distribusi bantuan diharapkan berjalan lebih efisien dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.