KUPANG — Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Roch. Adi Wibowo memimpin pengambilan sumpah jabatan lima pejabat baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Pelantikan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kualitas dan kapabilitas personel untuk memastikan keadilan bagi masyarakat.
Mutasi tersebut mencakup posisi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTT serta empat pimpinan Kejaksaan Negeri (Kajari) di tingkat kabupaten. Penyegaran organisasi ini diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang lebih transparan dan berkeadilan di Bumi Flobamora.
Posisi Wakajati NTT kini resmi dijabat oleh Dr. Wahyu Sabrudin. Sementara itu, empat pimpinan kejaksaan negeri di wilayah kepulauan juga mengalami pergantian kepemimpinan untuk mengoptimalkan kinerja di daerah.
Berikut adalah daftar empat Kajari yang baru dilantik:
Dalam arahannya, Kajati NTT menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan tugas. Ia mengingatkan para pejabat agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, melainkan mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.
"Semakin tinggi jabatan, semakin bijaklah dalam bertindak," ujar Roch. Adi Wibowo mengutip pesan Jaksa Agung.
Ia juga memberikan instruksi khusus terkait penanganan kasus tindak pidana korupsi di wilayah hukum masing-masing. Penegakan hukum saat ini tidak hanya fokus pada pemidanaan, tetapi juga pada aspek pemulihan kerugian keuangan negara.
"Utamakan kualitas perkara, dan jangan lupa penyelamatan uang negara adalah bagian penting dari kinerja kita," tegasnya.
Para Kajari baru diminta segera mengenali karakteristik wilayah tugas mereka masing-masing. Pemahaman terhadap akar permasalahan hukum setempat menjadi kunci untuk menciptakan inovasi dan tim kerja yang produktif di daerah.
Instansi kejaksaan di daerah harus mampu menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang nyata. Dengan adanya regenerasi ini, Kejati NTT menargetkan penguatan garda terdepan penegakan hukum yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh rakyat.
Proses pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut menandai dimulainya masa tugas para pejabat baru. Komitmen terhadap transparansi menjadi poin utama yang ditekankan untuk dijalankan di seluruh satuan kerja di wilayah Nusa Tenggara Timur.