Pencarian

Menteri Nusron Wahid Ingatkan Jajaran BPN NTT: Pelayanan Harus Pakai Sudut Pandang Masyarakat, Bukan Petugas

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:10:31 WIB
Menteri Nusron Wahid Ingatkan Jajaran BPN NTT: Pelayanan Harus Pakai Sudut Pandang Masyarakat, Bukan Petugas
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi NTT di Kupang, Selasa (04/08/2026).

KUPANG — Menteri Nusron mencontohkan, standar pelayanan publik seharusnya sama seperti pengalaman naik pesawat terbang. Jika penumpang merasa nyaman, maka layanan dinilai berhasil. Hal yang sama berlaku untuk pengurusan sertifikat tanah atau peralihan hak di kantor pertanahan.

“Kita ini pelayan publik. Namanya pelayan, ibarat orang jualan, pembeli adalah raja. Ukurannya jelas, yaitu kepastian dan kepuasan. Kalau ada masalah, jangan menggunakan sudut pandang petugas. Gunakan sudut pandang masyarakat pemohon,” ujar Menteri Nusron saat memberikan pengarahan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Selasa (04/08/2026).

Dua Program Andalan untuk Percepat Layanan di NTT

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian ATR/BPN tengah menggenjot dua program transformasi layanan. Pertama, sistem Pengukuran Terjadwal yang menggantikan pola antrean pengukuran tanah konvensional. Kedua, percepatan layanan Peralihan Hak, yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat karena prosesnya panjang.

Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT, I Ketut Gede Ary Sucaya, melaporkan implementasi kedua program tersebut sudah dimulai. Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Kupang menjadi percontohan awal.

“Untuk Pengukuran Terjadwal, kami sudah implementasi di Kantah Kota Kupang, dan akan menyusul pada bulan ini di tujuh Kantah lainnya. Sementara, untuk layanan Peralihan Hak juga sudah ada pilot project, di Kantah Kota Kupang juga,” ungkap I Ketut Gede Ary Sucaya.

Aturan Sederhana agar Mudah Diterapkan di Lapangan

Menteri Nusron menambahkan, transformasi tidak akan berjalan optimal jika regulasi yang ada justru mempersulit warga. Ia meminta setiap aturan dan prosedur pelayanan dirancang secara sederhana, jelas, dan yang terpenting bisa dieksekusi di lapangan.

“Yang kita ukur adalah apakah masyarakat yang kita layani merasa puas dengan layanan yang diberikan,” tuturnya menegaskan.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Menteri Nusron didampingi sejumlah pejabat pusat, antara lain Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, serta Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Agus Apriawan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hariannusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks