NUSA TENGGARA TIMUR — Mantan bek tengah yang dikenal garang itu berbicara dalam wawancara khusus dengan FourFourTwo, bekerja sama dengan kampanye Heineken bertajuk Fans Have More Friends. Vidic mengungkapkan bahwa ikatan di luar lapangan menjadi fondasi kokohnya bersama Ferdinand saat menjadi tembok kokoh lini belakang Setan Merah.
“Jelas, dari Inter, tempat saya bermain, Samir Handanovic, kipernya, kami masih berteman baik dan keluarga kami juga akrab,” ujar Vidic.
Vidic menegaskan hubungannya dengan Ferdinand tak luntur meski jarang bertemu. “Rio, selalu. Bahkan jika kami tidak bertemu untuk waktu yang lama, saat bertemu, rasanya luar biasa untuk saling bercerita, membahas pertandingan, menikmati sepak bola,” katanya.
Pemilik 56 caps bersama Serbia itu menambahkan bahwa masa-masa sebagai pemain aktif membuat mereka sulit menikmati kebersamaan. “Kami tidak punya waktu untuk menikmatinya saat masih menjadi pemain karena terus bepergian, persiapan pertandingan, dan tekanan besar untuk tampil baik.”
Vidic dan Ferdinand menjadi pilar pertahanan Manchester United saat terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2008. Menurut Vidic, kedekatan di luar lapangan adalah syarat mutlak untuk membangun kepercayaan di lini belakang.
“Saya pikir sangat penting memiliki semangat tim yang baik secara umum, terutama jika Anda bermain di lini belakang. Anda ingin percaya pada pasangan Anda,” jelasnya.
Ia pun membeberkan rahasia duetnya bersama Ferdinand. “Cara Rio bermain dan cara saya bermain saling melengkapi. Kami berbeda, tapi kami saling memahami—apa yang akan saya lakukan di situasi tertentu, apa yang akan dia lakukan. Memahami teman Anda, itulah persahabatan.”
Vidic juga menyebut nama mantan penyerang Manchester United, Dimitar Berbatov, sebagai sahabat dekatnya. “Berba juga, saya dekat dengannya. Ada juga beberapa pemain Serbia yang masih saya hubungi,” tutupnya.