NUSA TENGGARA TIMUR — Bali bukan sekadar provinsi biasa. Pulau ini adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menegaskan, kunjungan kerja yang digelar Minggu (31/5) hingga Senin (1/6) itu bertujuan memastikan stok BBM, sarana, dan fasilitas SPBU berjalan sesuai standar.
"Kami ingin melihat langsung sejauh mana kesiapan layanan di pusat Kota Denpasar," ujar Iriawan dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (3/6).
Ia juga berpesan agar pengelola SPBU lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Operator diminta melayani masyarakat dengan senyum dan sapaan ramah, sehingga pengalaman pengisian BBM terasa lebih nyaman.
Salah satu temuan menarik dalam kunjungan ini adalah tingginya minat masyarakat menggunakan BBM non-subsidi. Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono yang menyambangi SPBU COCO 51.801.30 Denpasar Timur mengaku terkejut.
"Saya melihat langsung, berbagai jenis kendaraan—termasuk sepeda motor—antre untuk mengisi Pertamax dan Pertamax Turbo. Ini menunjukkan kesadaran akan kualitas bahan bakar sudah meningkat," jelas Condro.
Ia mendorong sosialisasi lebih gencar ke komunitas otomotif dan dealer. Tujuannya, agar pemilik kendaraan paham bahwa BBM non-subsidi membuat kinerja mesin lebih bagus dan efisien.
Condro juga menyoroti potensi lahan SPBU yang belum dimaksimalkan. Menurutnya, area yang tersisa bisa disewakan ke tenant—seperti kafe atau toko ritel—sehingga SPBU tak hanya tempat isi bensin, tapi juga destinasi belanja dan ngopi.
"Mari lebih berinovasi. Kapitalisasi area yang masih memungkinkan agar masyarakat datang bukan cuma untuk isi BBM," ujarnya.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengaku mendapat banyak masukan dari kunjungan ini. Mulai dari standar layanan, keselamatan, hingga keandalan pasokan energi.
"Ini cambuk bagi kami untuk bekerja lebih baik, sekarang dan ke depan, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Bali," pungkas Iwan.