KUPANG — Keane Timothy Liufeto, atau yang akrab disapa Ken, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) UPH Karawaci asal Kabupaten Kupang, memutuskan untuk tidak tinggal diam. Ia langsung mengalokasikan sebagian tabungan pribadinya sebagai bentuk bantuan konkret untuk meringankan beban seorang anak penyandang disabilitas berat di Desa Pathau.
Pemantik kepedulian Ken berawal saat ia membaca rilis berita mengenai seruan Ketua Bidang Sosial ISMAPETI yang memohon perhatian pemerintah bagi anak tersebut. Tanpa menunggu instruksi lebih lanjut, Ken yang juga aktif di organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UPH ini tergerak untuk mengambil langkah nyata.
Bagi Ken, aksi ini bukan semata-mata soal nominal uang yang disumbangkan. Ia menegaskan bahwa langkahnya merupakan bentuk manifestasi nyata dari nilai kemanusiaan yang melintasi batas geografis, dari Karawaci hingga Kupang. “Saya hanya ingin melakukan sesuatu yang berarti, meskipun jaraknya jauh,” ujarnya.
Keane mengaku bahwa dirinya merasa terpanggil untuk menjadi jembatan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan, terutama di kampung halamannya sendiri. Ia berharap aksi kecilnya ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta.
Langkah spontan yang dilakukan Ken ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah setempat. Seruan ISMAPETI sebelumnya menyoroti kondisi anak disabilitas berat yang membutuhkan penanganan dan perhatian lebih serius dari dinas terkait. Ken berharap aksi individu ini bisa memicu respons yang lebih sistematis dari pemangku kebijakan di Kabupaten Kupang.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang bagaimana kita semua, termasuk pemerintah, bisa hadir untuk warga yang paling rentan,” tambah Ken.