Pemkab Sikka Kukuhkan 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 13 Bunda Literasi Kelurahan untuk Perkuat Jejaring Literasi hingga Akar Rumput

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 19:50:31 WIB
Pemkab Sikka kukuhkan 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 13 Bunda Literasi Kelurahan untuk perkuat gerakan literasi.

KUPANG — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, resmi mengukuhkan 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 13 Bunda Literasi Kelurahan dalam upaya memperkuat jejaring gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput. Pengukuhan ini digelar di Kupang pada Rabu, sebagai bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Amanah Menggerakkan Budaya Baca dan Belajar

Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud amanah dan tanggung jawab bersama. "Menggerakkan budaya membaca, belajar, dan berkarya di tengah masyarakat hingga ke tingkat akar rumput," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang.

Menurut Fista, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Agen Perubahan di Setiap Wilayah

Para Bunda Literasi yang baru dikukuhkan diharapkan proaktif menjadi motor penggerak budaya literasi di wilayah masing-masing. Fista mengajak mereka untuk menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan dengan membangun budaya membaca di rumah, menghidupkan taman bacaan, serta mendukung program literasi yang telah dicanangkan Pemkab Sikka.

"Dalam konteks ini, Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menginspirasi masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari," tambahnya.

Kolaborasi Semua Elemen Masyarakat

Fista menekankan bahwa keberhasilan gerakan literasi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha. Tanpa keterlibatan semua pihak, program literasi sulit berjalan optimal.

"Literasi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Melalui gerakan literasi yang kuat, kita sedang mempersiapkan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berkarakter," tegasnya.

Target: Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

Staf Ahli Bupati Sikka Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Akulinus, mengatakan pengukuhan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput. Dengan keterlibatan para Bunda Literasi, program peningkatan minat baca dan budaya literasi diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih efektif.

Pemkab Sikka berharap gerakan literasi semakin berkembang dan menjadi gerakan bersama yang mampu menciptakan masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan. Pengukuhan ini menjadi langkah awal untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses informasi dan pengetahuan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top