Youtuber Jim’s Music Dungeon Habiskan 3 Tahun Aransemen Ulang Ratusan Lagu Metal Klasik ke Gaya Musik Doom

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:23:01 WIB
Youtuber Jim’s Music Dungeon mengaransemen ulang ratusan lagu metal klasik ke gaya musik doom selama tiga tahun.

Proyek ambisius ini pertama kali terdeteksi pada 2023, saat Jim merilis sampul perdananya untuk lagu "Something in the Way" milik Nirvana dengan judul "Doomguy in the Way". Sejak saat itu, ia terus memproduksi puluhan aransemen baru setiap bulannya, memperluas koleksi yang kini mencakup lebih dari seratus lagu.

Dari "Schism" hingga "Master of Puppets" yang Terdengar Akrab

Salah satu unggahan yang mencuri perhatian adalah aransemen "Schism" milik Tool. Dalam video tersebut, Jim menyisipkan gambar Doomguy dalam mode tak terkalahkan yang ditempelkan di atas sampul album Lateralus—sebuah sentuhan visual yang langsung dikenali penggemar berat kedua dunia.

Namun yang lebih menarik adalah aransemen "Master of Puppets" milik Metallica. Menurut catatan di Doom Wiki, lagu ini diyakini menjadi salah satu sumber sampel yang digunakan komposer Doom, Robert Prince, saat menciptakan soundtrack orisinal gim tersebut. Hasil aransemen Jim pun terdengar sangat mirip dengan trek ikonik "At Doom's Gate".

Ironi Kreatif: Doom Sendiri Lahir dari Metal yang Di-MIDI-kan

Proyek Jim sebenarnya adalah cerminan ironis dari sejarah Doom itu sendiri. Soundtrack Doom yang legendaris—ciptaan Robert Prince—pada dasarnya adalah versi MIDI dari lagu-lagu metal yang sudah ada. Ambil contoh trek "Sign of Evil" yang secara struktural nyaris identik dengan "Starless" milik King Crimson.

"Tidak ada maksud mengejek Prince. Karya dia tetap keren banget," tulis sumber yang meliput proyek ini. "Tahun 90-an memang indah."

Konsistensi Tanpa Puns, Fokus pada Kualitas Aransemen

Awalnya Jim gemar menggunakan plesetan judul—seperti "Doomguy in the Way"—untuk setiap unggahannya. Namun seiring waktu, ia menghentikan kebiasaan itu demi memudahkan pendengar menemukan lagu asli yang diaransemen. Kini ia lebih sering bekerja sama dengan seniman lain seperti Reddo untuk urusan penamaan.

Selain YouTube, Jim juga membagikan karyanya melalui platform Bandcamp dan Patreon, tempat para penggemar bisa mengunduh versi MIDI berkualitas tinggi dari aransemen-aransemen tersebut.

Kenapa Ini Penting bagi Penggemar Musik dan Gim di Indonesia

Fenomena Jim’s Music Dungeon menunjukkan bagaimana batas antara budaya gim retro dan musik metal kontemporer semakin kabur. Bagi penggemar Doom di Indonesia—yang komunitasnya masih aktif lewat forum dan server Discord—proyek ini adalah bentuk nostalgia yang segar. Bukan sekadar cover biasa, tetapi eksplorasi bagaimana teknologi MIDI yang terbatas justru bisa memberi jiwa baru pada lagu-lagu kompleks.

Jim sendiri belum mengindikasikan akan berhenti. Dengan basis penggemar yang terus bertambah, tampaknya "kegilaan" satu orang ini masih akan terus menghiasi linimasa YouTube untuk waktu yang lama.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top