Polres TTS Beri Kejutan ke Dua Siswa SD di Oelbubuk Usai Video Sandal Lusuh Viral, Satu Anak Tak Ikut Belanja karena Orang Tua Jujur

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:41:01 WIB
Polres TTS memberikan perlengkapan sekolah baru kepada dua siswa SD GMIT Oelbubuk yang sebelumnya viral dengan sandal usang.

SOE — Sebuah video berdurasi pendek yang memperlihatkan tiga siswa SD berjalan pulang dengan sandal usang dan tas robek menjadi pemicu gercep jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko yang melihat unggahan itu langsung memerintahkan Polres TTS untuk mencari dan membantu anak-anak tersebut.

Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen mengatakan, pihaknya langsung menginstruksikan Kapolsek Mollo Selatan dan personel turun ke lapangan. "Kami mendapat informasi mengenai postingan yang memperlihatkan beberapa anak sekolah berjalan pulang dengan kondisi perlengkapan sekolah yang kurang layak. Atas arahan Bapak Kapolda NTT, kami langsung turun ke lapangan," ujarnya.

Dua Anak Diajak ke Soe Pilih Sepatu dan Tas Baru

Petugas akhirnya menemukan ketiga siswa SD GMIT Oelbubuk di Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten TTS. Mereka adalah Jumaida Sarlota Hana Kase (10), Angky Gabriel Mateos Kase (8), dan Alen Marsela Taifa (10). Saat ditanya, mereka mengaku tidak memakai sepatu karena sepatu yang dimiliki sudah robek.

Pada sore harinya, Kasat Lantas Polres TTS IPTU I Gusti Komang Astina bersama personel mengajak Jumaida dan Angky beserta ibunya menuju Kota Soe. "Mereka memilih sendiri perlengkapan sekolah yang selama ini hanya menjadi harapan sederhana di tengah keterbatasan ekonomi keluarga," kata Kapolres.

Satu Siswa Tak Ikut Belanja, Orang Tua Jujur Soal Kondisi Ekonomi

Berbeda dengan dua temannya, Alen Marsela Taifa tidak ikut berbelanja. Setelah berkomunikasi dengan keluarga, orang tuanya menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya dan sepatu yang dimiliki masih layak digunakan. Sikap jujur itu diapresiasi jajaran Polres TTS.

"Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi tentang memastikan bahwa anak-anak memiliki semangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita mereka," ungkap AKBP Hendra Dorizen. Ia menegaskan, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.

Haru Orang Tua: Bantuan Jadi Simbol Kepedulian

Orang tua kedua anak yang dibantu tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda NTT dan Polres TTS. Bagi keluarga sederhana di pelosok desa itu, bantuan perlengkapan sekolah bukan sekadar benda pakai, melainkan simbol bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap masa depan anak-anak mereka.

Kapolres TTS berjanji kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah terpencil akan terus menjadi perhatian. "Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun daerah dan bangsa ini. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita," tutupnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: tribratanewsmanggarai.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top