Viral Siswa SD di TTS Pakai Kaos Kaki Arang, Kapolda NTT Beri Bantuan Perlengkapan Sekolah

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 08 Juni 2026 | 21:27:31 WIB
Siswa SD di TTS memakai kaos kaki arang demi berangkat sekolah, memicu perhatian Kapolda NTT.

KUPANG — Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak SD berangkat sekolah dengan kaos kaki palsu dari arang memicu gelombang empati dari berbagai pihak. Kapolda NTT pun langsung bergerak memberikan bantuan.

Bantuan Langsung untuk Marciano Tefi

Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan berupa tas, seragam, sepatu, kaos kaki, topi, dasi, ikat pinggang, dan alat tulis. "Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Polri Peduli Pendidikan yang bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dengan baik," kata Dorizen dalam keterangan yang diterima di Kupang.

Kronologi Video Viral: Arang dari Penggorengan Jadi Solusi

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Marciano menggunakan seragam merah putih dan sepatu hitam. Namun, ia tampak tidak memakai kaos kaki. Sang ayah kemudian mengoleskan arang dari pantat penggorengan ke kaki anaknya agar terlihat seperti menggunakan kaos kaki.

"Kami melihat ada semangat luar biasa dari Marciano untuk tetap bersekolah," ujar Dorizen. Ia juga menyoroti kasih sayang seorang ayah yang berusaha melakukan apa saja demi anaknya tetap bisa belajar seperti teman-temannya. "Hal seperti ini tentu mengetuk hati kita semua," ungkapnya.

Polri Tak Hanya Urus Keamanan, tapi Juga Pendidikan

Dorizen menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab sosial di luar tugas menjaga kamtibmas. "Polri ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dan perhatian. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada generasi penerus bangsa," jelasnya.

Ajak Masyarakat Data Anak Butuh Bantuan

Kapolres TTS mengajak warga untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu. Jika ada siswa yang membutuhkan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pihak sekolah, atau pemerintah desa agar didata dan dicarikan solusi bersama.

"Kami berharap tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya," tambah AKBP Hendra Dorizen.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top