BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTT Akibat Super New Moon, Ini 4 Wilayah Terdampak

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:02:31 WIB
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir NTT akibat fenomena Super New Moon pada 15 Juni 2026.

KUPANG — Masyarakat yang tinggal di pesisir Flores-Alor, Sabu-Raijua, Sumba, dan Timor-Rote diminta meningkatkan kewaspadaan selama tiga hari ke depan. Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenote'k, menjelaskan bahwa puncak fenomena Super New Moon pada 15 Juni berpotensi memperparah pasang air laut.

"Fenomena fase Bulan Baru Super pada 15 Juni berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Kondisi ini, ditambah faktor angin dan gelombang laut, dapat memengaruhi dinamika pesisir sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di beberapa wilayah NTT," kata Sti Nenote'k, Minggu (14/6).

Apa Saja Dampak yang Mengintai Warga Pesisir?

BMKG mengidentifikasi sejumlah aktivitas yang berpotensi terganggu. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman warga di bibir pantai, hingga tambak garam dan perikanan darat masuk dalam daftar sektor yang perlu diantisipasi. Banjir pesisir sendiri didefinisikan sebagai naiknya permukaan air laut ke daratan yang dipicu pasang dan faktor cuaca tertentu.

Wilayah Mana Saja yang Wajib Waspada?

Empat zona pesisir utama menjadi perhatian. Pertama, pesisir Pulau Flores dan Alor. Kedua, pesisir Pulau Sabu dan Raijua. Ketiga, pesisir Pulau Sumba. Keempat, pesisir Pulau Timor dan Rote. BMKG juga memantau pola angin yang bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 6-30 knot di seluruh wilayah NTT.

Gelombang Sedang di Selat-Selat Strategis

Tinggi gelombang di sejumlah perairan diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada 15–18 Juni 2026. Gelombang kategori sedang ini terjadi di Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor-Rote. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, hingga Perairan Taman Nasional Komodo.

Masyarakat pesisir diimbau terus memantau informasi cuaca maritim dari BMKG. "Potensi banjir rob dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir," ujar Sti Nenote'k. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama mengurangi risiko kerugian selama periode peringatan ini.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top