NUSA TENGGARA TIMUR — Unit-unit di bawah Viettel Cao Bang baru-baru ini menggelar pelatihan profesional dan latihan praktis penanganan kebakaran, penyelamatan, serta rencana bantuan di gedung perusahaan. Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Keputusan Pemerintah Nomor 105/2025/ND-CP dan 106/2025/ND-CP, yang mengatur sanksi administratif untuk pelanggaran di bidang pencegahan kebakaran dan penyelamatan.
Dalam sesi teori, para petugas dan staf menerima pengarahan dokumen hukum seperti Undang-Undang Pencegahan Kebakaran dan Penyelamatan Tahun 2024 serta dua keputusan pemerintah yang baru. Pengetahuan dasar tentang pemadaman api, evakuasi, dan pertolongan pertama juga menjadi bagian dari kurikulum.
Latihan praktik mencakup penggunaan alat pemadam kebakaran umum, prosedur evakuasi saat kebakaran, hingga teknik pertolongan pertama untuk korban. Simulasi skenario kebakaran besar dan kecelakaan kompleks dilakukan untuk menguji koordinasi antara pasukan pemadam profesional dan tim lokal.
Dalam latihan, tim pemadam mengerahkan formasi khusus, menggunakan truk tangga untuk menjangkau korban di lantai atas, serta menerapkan teknik jembatan tali miring dan tali penurunan lambat. Metode ini dirancang untuk mengevakuasi korban dari gedung bertingkat dengan risiko minimal.
Pelatihan ini juga menekankan prinsip "empat langkah di tempat" — sebuah pedoman respons darurat agar setiap individu dan kepala instansi mampu bertindak cepat saat terjadi kebakaran, ledakan, atau kecelakaan. Tujuannya meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pencegahan di lingkungan kerja.
Keputusan Pemerintah Vietnam No. 105 dan 106/2025/ND-CP merupakan respons terhadap meningkatnya risiko kebakaran di gedung perkantoran dan fasilitas publik. Dengan adanya sanksi administratif yang lebih tegas, perusahaan diwajibkan tidak hanya memiliki alat pemadam, tetapi juga melatih seluruh staf secara berkala.
Viettel Cao Bang menjadi salah satu unit yang langsung menindaklanjuti aturan ini. Langkah serupa diperkirakan akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di Vietnam, terutama yang memiliki gedung bertingkat atau fasilitas dengan risiko kebakaran tinggi.
Pelatihan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja akibat kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen di perusahaan. Dengan regulasi baru, pemerintah Vietnam ingin memastikan setiap gedung memiliki sistem tanggap darurat yang teruji.