Sambut Tahun Baru Islam, Tradisi Grebeg Suro di Tulungagung Jadi Magnet Ekonomi Rakyat

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:42:02 WIB
Warga Tulungagung antusias mengikuti prosesi Grebeg Suro di Pantai Gemah.

NUSA TENGGARA TIMUR — Suasana Pantai Gemah di Tulungagung berubah menjadi lautan manusia saat tradisi Grebeg Suro digelar, Senin kemarin. Warga dari berbagai penjuru desa berbondong-bondong mengikuti prosesi arak-arakan tumpeng raksasa yang berisi aneka buah dan sayuran. Gunungan setinggi hampir dua meter itu menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan sepanjang tahun.

Berebut Berkah di Tengah Iringan Reog

Prosesi dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat setempat. Setelah itu, tumpeng diarak mengelilingi kawasan pantai dengan iringan kesenian tradisional seperti reog, kendang, dan barongan. Warga yang hadir tak hanya menjadi penonton, mereka ikut larut dalam irama musik dan tarian khas Jawa Timur.

Puncak acara terjadi saat gunungan dibuka untuk diperebutkan. Ratusan warga rela berdesakan demi mendapatkan buah atau sayuran dari dalam tumpeng. Masyarakat setempat meyakini, hasil bumi yang didapat dari prosesi ini membawa keberkahan dan rezeki melimpah untuk keluarga mereka.

Syukur yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Kepala Desa Keboireng, Supirin, menjelaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan. "Sedekah Bumi digelar sebagai ungkapan syukur karena masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan baik," ujarnya kepada awak media. Menurut Supirin, sektor pertanian, perdagangan, nelayan, hingga pariwisata menjadi sumber penghidupan utama warga yang terus menunjukkan hasil positif.

Pantai Gemah sendiri menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Tulungagung. Dengan adanya Grebeg Suro, kunjungan wisatawan meningkat drastis, memberikan dampak langsung bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi. Momen ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Warisan Leluhur yang Terus Hidup

Grebeg Suro Sedekah Bumi di Desa Keboireng telah menjadi agenda tahunan yang dinanti. Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Di tengah arus modernisasi, warga setempat berkomitmen untuk terus mewariskan ritual ini kepada generasi berikutnya.

Dengan padatnya agenda wisata dan budaya di Tulungagung, tradisi seperti Grebeg Suro diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. Bukan sekadar seremoni, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan warga dari akar rumput.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: video.medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top