Keributan soal Mangga untuk Teman Miras, Seorang Pria Tewas Ditebas Parang di Sumba Timur

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:11:32 WIB
Keributan terkait buah mangga di Sumba Timur berujung kematian seorang pria.

WAINGAPU — Peristiwa berdarah terjadi di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dipicu oleh hal sepele: buah mangga. Seorang pria bernama Kwee Tji Seng (42) tewas setelah menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam jenis parang. Dua korban lainnya, NJD (49) dan VAB (43), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat.

Bermula dari Petik Mangga untuk Lauk Miras

Peristiwa ini bermula saat Matius alias Bapa Gio sedang duduk-duduk bersama sejumlah orang sambil mengonsumsi minuman keras. Ia keluar ke arah jalan raya dan berniat memetik buah mangga yang berada di dekat sebuah kos-kosan. Buah itu rencananya akan dijadikan tolakan, atau lauk pendamping, untuk minum miras.

Tanpa meminta izin, Matius melempar batu ke arah pohon mangga yang ternyata milik tetangga. Aksi ini sontak mengusik ketenangan pemilik pohon. Matius pun ditegur, namun situasi justru memanas. Sekelompok orang yang berada di lokasi langsung mendatangi dan memukul Matius.

Pengejaran Berujung Maut

Melihat Matius dikeroyok, dua orang yang berada di kos-kosan, ALB alias Joni dan Agustinus, berusaha memanggilnya untuk kembali. Setelah Matius dan kedua pria itu masuk ke area kos-kosan, situasi bukannya mereda. Sekelompok orang yang mengejar, termasuk korban Kwee Tji Seng, malah melompati pagar dan menyerang mereka di dalam kos-kosan.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak dan mengantongi identitas para pelaku. Kedua tersangka, AL alias Agus (40) dan ALB alias Joni (27), merupakan warga Pogo Puda, Desa Kalembu Ana, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat. Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: digtara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top