KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) resmi menggencarkan penggunaan Portal SASANDO sebagai fondasi tunggal perencanaan dan penganggaran daerah. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa setiap kebijakan dan alokasi anggaran harus berangkat dari data sektoral yang terintegrasi, bukan lagi asumsi atau kebiasaan lama.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil, setiap program yang dirancang, dan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat," kata Melki di Kupang, Kamis.
Menurut Melki, kualitas pembangunan di NTT selama ini kerap timpang karena data yang digunakan tidak mutakhir. Ia menyebut data sebagai aset strategis yang menentukan apakah program pemerintah menjawab kebutuhan warga atau sekadar menghabiskan anggaran.
"Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Melki memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperbarui data sektoral secara berkala melalui Portal SASANDO. Ia juga mendorong budaya berbagi pakai data antarinstansi, bukan lagi menyimpan data di masing-masing dinas tanpa integrasi.
Gubernur meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) NTT selaku Wali Data didukung penuh agar portal ini tetap relevan dengan kebutuhan daerah dan regulasi nasional.
Kepala Dinas Kominfo NTT Ady Mandala menjelaskan, Portal SASANDO merupakan implementasi kebijakan Satu Data Indonesia yang terintegrasi dengan portal nasional. Portal ini dikembangkan sejak 2024 melalui kolaborasi Bapperida NTT, Dinas Kominfo NTT, BPS Provinsi NTT, dan didukung Program Kemitraan Australia–Indonesia, SKALA.
"Portal ini diluncurkan pada Oktober 2025 dan kini telah berkembang menjadi versi 2.0," jelas Ady.
Lead Program SKALA Provinsi NTT Yohanes Eripto Marviandi menyatakan bahwa portal ini sudah saatnya dikelola sepenuhnya oleh Pemprov NTT. Pihaknya tetap berkomitmen memberikan dukungan teknis dan pendampingan agar implementasi Satu Data di NTT berjalan berkelanjutan.
"Kami berharap Portal SASANDO dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah," ujarnya.