KUPANG — Peringatan dini gelombang laut kategori sedang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk perairan Nusa Tenggara Timur. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadli, menyebutkan tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Potensi gelombang sedang ini diprakirakan terjadi di delapan titik perairan strategis di NTT. Arya merinci wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.
Menurut Arya, kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan yang hendak melaut maupun kapal-kapal kecil yang melintasi jalur-jalur tersebut. "Jika keadaan cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat, seperti angin kencang maupun gelombang laut yang tinggi, diharapkan masyarakat dan nelayan agar tidak melaut," ujarnya.
Meski gelombang laut diprakirakan meningkat, kondisi cuaca di wilayah NTT secara umum masih cerah hingga cerah berawan. BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 44 kilometer per jam.
Kecepatan angin yang bervariasi ini turut memengaruhi tinggi gelombang di perairan terbuka. BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca maritim sebelum memutuskan berlayar.
Arya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak yang ditandai angin kencang atau peningkatan tinggi gelombang secara tiba-tiba. Informasi prakiraan cuaca maritim ini akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan perairan.
BMKG mengimbau agar para pengguna transportasi laut tidak memaksakan diri melaut jika kondisi dinilai tidak aman. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan menentukan waktu yang lebih aman untuk beraktivitas di laut.