SOE — Lomba olah TKP yang digelar Polres TTS pada Kamis (25/6/2026) bukan sekadar seremonial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kompetisi ini menjadi ajang uji kemampuan teknis personel dalam menangani tempat kejadian perkara secara sistematis dan sesuai prosedur.
Enam Polsek yang bertanding pada hari itu adalah Polsek Mollo Selatan, Polsek Kuanfatu, Polsek Amanatun Selatan, Polsek Kie, Polsek Jualin, dan Polsek Kolbano. Secara keseluruhan, sudah 12 dari 14 Polsek di wilayah hukum Polres TTS yang mengikuti rangkaian lomba yang digelar secara bertahap.
Setiap tim dihadapkan pada skenario kasus yang telah disiapkan panitia. Mereka harus menyelesaikan tahapan olah TKP secara berurutan, mulai dari pengamanan lokasi, identifikasi barang bukti, dokumentasi, pengukuran, hingga penyusunan laporan hasil pemeriksaan awal.
Ketelitian, kecepatan mengidentifikasi petunjuk, dan kerja sama tim menjadi aspek utama yang dinilai dewan juri. Panitia menyebut atmosfer kompetisi berlangsung dinamis namun tetap menjunjung sportivitas dan semangat belajar.
Kasat Reskrim Polres TTS selaku penanggung jawab teknis menilai bahwa lomba semacam ini menjadi metode efektif untuk mengukur sekaligus meningkatkan kesiapan personel di lapangan. Kemampuan olah TKP yang baik tidak hanya membantu mengungkap kasus secara cepat, tetapi juga menentukan kualitas pembuktian dalam proses penyidikan hingga persidangan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel, khususnya yang bertugas di wilayah Polsek, semakin memahami prosedur dan standar operasional dalam penanganan TKP sehingga mampu mendukung proses penegakan hukum yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Panitia menjelaskan bahwa hasil penilaian seluruh peserta akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Lomba ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya memeriahkan hari jadi Korps Bhayangkara, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas penyidikan di wilayah TTS.