Warga Oetete Kupang Usul Anggaran Makan Bergizi Gratis Dialihkan ke Sekolah Gratis, Ini Aspirasi Lain yang Disampaikan

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 29 Juni 2026 | 23:16:01 WIB
Warga Oetete Kupang mengusulkan alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis dialihkan untuk biaya sekolah gratis.

KUPANG — Aspirasi warga Kelurahan Oetete, Kota Kupang, dalam reses anggota DPRD NTT, Marselinus Anggur Ngganggus, tidak hanya soal evaluasi program pusat. Sejumlah persoalan mendasar mulai dari bansos yang tidak tepat sasaran hingga infrastruktur jalan rusak ikut disuarakan.

Anggaran MBG Dinilai Lebih Tepat untuk Biaya Pendidikan

Sesepuh Kelurahan Oetete, Opa Agus Manungga, secara terang-terangan meminta pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, alokasi anggaran yang besar untuk program tersebut akan lebih berdampak jika dialihkan untuk membiayai sekolah gratis.

“Pemerintah perlu mengevaluasi program ini. Lebih baik anggarannya dipakai untuk sekolah gratis saja,” ujar Opa Agus dalam forum yang dihadiri puluhan warga tersebut.

Kritik Soal Koperasi Merah Putih: Jangan Top-Down

Opa Agus juga menyoroti pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menilai program ini berpotensi melenceng dari prinsip dasar perkoperasian jika dibentuk dengan pendekatan instruksi dari atas.

“Prinsip koperasi adalah dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jangan dibentuk lewat kebijakan yang memaksa. Harus tumbuh dari kesadaran dan kebutuhan warga sendiri,” tegasnya.

Data Penerima PKH Dipertanyakan, BBM dan Minyak Tanah Langka

Sejumlah warga menyampaikan keluhan soal bantuan sosial yang belum merata. Ibu Nur, seorang warga, mengungkapkan masih banyak keluarga kurang mampu di RT 4, RT 5, dan RT 6 yang belum tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH). Ia mendesak pemerintah melakukan pendataan ulang agar bansos tepat sasaran.

Sementara itu, Albert Taibenu menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai sudah berlarut-larut dan menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Kelangkaan minyak tanah juga dikeluhkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Pelatihan Kerja dan Infrastruktur Jadi Prioritas Warga

Ketua RT 04, Fat Nange, meminta perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan kapasitas warga melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Ia juga berharap ada bantuan sarana prasarana bagi UMKM agar usaha kecil bisa berkembang.

“Warga di sini butuh dukungan nyata, bukan hanya janji. UMKM butuh modal dan pelatihan agar bisa naik kelas,” katanya.

Persoalan infrastruktur juga tak luput dari sorotan. Ketua RT 06 melaporkan kondisi jalan rusak di depan SMP Negeri 1 serta belum adanya drainase di depan SAD Oetete. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan tiba.

Anggota DPRD NTT: Semua Aspirasi Akan Diperjuangkan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Marselinus Anggur Ngganggus memastikan seluruh aspirasi telah dicatat. Ia berjanji akan memperjuangkannya melalui fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi di DPRD NTT.

“Reses ini momentum penting. Saya sudah mencatat semua keluhan bapak dan mama. Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait agar setiap persoalan bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” pungkas Marselinus.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top