NUSA TENGGARA TIMUR — Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti menyatakan peristiwa terparah terjadi di Kampung Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, yang terendam banjir sejak Senin (29/6) pukul 03.50 WIB. Debit air sungai meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama lebih dari enam jam tanpa henti.
"Peristiwa ini dipicu hujan deras yang menyebabkan debit air sungai meningkat sehingga meluap ke permukiman warga di Kampung Badak," kata Bahron dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin siang.
Di Gayo Lues, longsor terjadi di Kampung Kuta Lintang, Kecamatan Blangkejeren, serta Desa Tetumpun, Tangsaran, dan Ramung Musara di Kecamatan Putri Betung. Material longsor menutup badan jalan nasional di beberapa titik, mengganggu arus transportasi antarkecamatan.
BPBD setempat masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak. Hingga Senin siang, banjir masih menggenangi Kampung Badak. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri dikerahkan untuk membersihkan material longsor agar akses transportasi bisa kembali normal.
Di Kabupaten Aceh Tengah, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Celala, Bintang, Pegasing, dan Lut Tawar pada Minggu (28/6) sore. Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pegasing dengan Celala sempat terisolasi total selama dua jam akibat tertutup material longsor.
Jalan provinsi lingkar Danau Lut Tawar juga dilaporkan mengalami longsor dan genangan di beberapa titik. Bahron menjelaskan, luapan air sungai turut merendam sejumlah kawasan permukiman dan rumah warga di empat kecamatan tersebut.
"Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir akibat meluapnya sungai di sekitar permukiman masyarakat, serta memicu longsor di beberapa titik jalan," ujar Bahron.
Meski akses transportasi lumpuh dan puluhan rumah terendam, BPBA memastikan tidak ada laporan korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada warga yang mengungsi ke tempat penampungan darurat.
"Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa, korban terdampak maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut," tegas Bahron.
BPBD Aceh masih terus memantau perkembangan cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Aceh bagian tengah dan selatan hingga awal pekan depan. Masyarakat di bantaran sungai dan lereng perbukitan diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor.