Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur menyalurkan 1.571.645 kilogram beras dan 7.000 liter minyak goreng bagi warga terdampak gempa di tujuh kabupaten Pulau Flores hingga 11 September 2026. Bantuan bencana alam itu menyasar Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat. Penyaluran berjalan bersamaan dengan program Bulog Peduli yang menyasar kebutuhan pangan dan nonpangan harian warga.
KUPANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur mencatat penyaluran bantuan bencana alam untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores mencapai 1.571.645 kilogram beras dan 7.000 liter minyak goreng per 11 September 2026. Bantuan itu mengalir ke tujuh kabupaten: Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menyatakan pemenuhan kebutuhan pangan warga menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. "Kebutuhan pangan masyarakat harus tetap terpenuhi di tengah situasi yang sulit. Karena itu, Bulog NTT terus bergerak aktif bersama para pemangku kepentingan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak," kata Arrahim di Kupang, Sabtu.
Bulog Peduli: Beras, Telur, Mi Instan, hingga Selimut
Selain bantuan bencana alam, Bulog NTT menyalurkan paket bantuan melalui program Bulog Peduli yang digerakkan Serikat Karyawan (SEKAR) Bulog NTT. Bantuan pangan mencakup beras, telur, mi instan, gula pasir, dan air minum. Adapun bantuan nonpangan meliputi selimut dan kebutuhan harian lain bagi warga terdampak.
Penyerahan tahap pertama berlangsung di Kabupaten Nagekeo pada Rabu (9/9), mencakup Kolikapa, Kelurahan Mbay 1; Desa Nagadero; serta Alobuu, Desa Nggolombay. Penyaluran berlanjut ke Kabupaten Manggarai, tepatnya di Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Reok, pada Jumat (11/11).
Sebelumnya, bantuan serupa telah diserahkan pada 18–20 Agustus 2026 di Kabupaten Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai. "Penyaluran lanjutan pada September menegaskan kepedulian Bulog NTT terus dijaga seiring kebutuhan masyarakat dalam menghadapi dampak gempa," ujar Arrahim.
Sinergi dengan BPBD, Polres, dan Kodim di Tujuh Kabupaten
Bulog NTT juga membantu pemerintah daerah menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan total 102.000 kilogram untuk tujuh kabupaten di Pulau Flores. Distribusi melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, Polres, serta Kodim.
Sinergi itu diarahkan agar distribusi bantuan berjalan lancar dan koordinasi antarinstansi menguat. Arrahim menyebut keterlibatan karyawan dalam Bulog Peduli sebagai bentuk solidaritas keluarga besar Bulog untuk meringankan beban warga sekaligus menguatkan semangat kebersamaan.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga kepedulian dan gotong royong mendukung pemulihan masyarakat Flores. "Bulog NTT terus mengambil peran aktif dan merespons kebutuhan penanganan bencana bersama pemerintah daerah, TNI, dan POLRI. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi penguat semangat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari," ujar dia.
Penyaluran bantuan berlangsung hingga memasuki hari ke-27 pascabencana. Bulog NTT memastikan pendampingan bagi warga terdampak gempa di Pulau Flores berlanjut seiring kebutuhan pangan dan nonpangan yang belum sepenuhnya pulih.