KUPANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) untuk 837.612 keluarga penerima manfaat (KPM) di 22 kabupaten/kota. Seluruh komoditas telah didistribusikan tepat pada 30 Juni 2026, menandai rampungnya program alokasi Februari-Maret 2026.
Pemimpin Bulog Wilayah NTT, Arrahim Kanam, merinci total komoditas yang disalurkan mencapai 16.752.240 kilogram beras dan 3.350.448 liter minyak goreng. Angka ini mencakup seluruh KPM yang tersebar dari wilayah daratan Flores hingga kepulauan Timor dan Sumba.
Proses distribusi berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak April hingga Juni 2026. Menurut Arrahim, kondisi geografis NTT yang berbukit dan terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan utama dalam pendistribusian logistik ke daerah terpencil.
“Kami menemui beberapa hambatan logistik dan cuaca di lapangan. Namun, alhamdulillah, berkat kerja keras tim dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah serta para mitra, semua kendala tersebut bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Arrahim dalam keterangan resminya di Kupang.
Ia menambahkan, koordinasi dengan dinas sosial dan aparat desa menjadi kunci kelancaran distribusi. Kapal-kapal pengangkut logistik harus menyesuaikan jadwal dengan kondisi gelombang laut, sementara distribusi darat di kawasan perbukitan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua secara bergantian.
Keberhasilan penyaluran Banpang ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat konsumen. Bulog NTT menargetkan program ini mampu menekan potensi lonjakan harga komoditas pokok, khususnya beras dan minyak goreng, di pasar-pasar tradisional.
“Tepat pada tanggal 30 Juni 2026, seluruh penyaluran telah rampung 100 persen sesuai target,” sambung Arrahim. Ia memastikan Bulog NTT berkomitmen mengawal program pemerintah agar ketahanan pangan nasional tetap kokoh dan merata hingga ke pelosok.