KUPANG — Turnamen PMRN Esport Season II 2026 yang berlangsung pada 5 hingga 12 Juli 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang mempertandingkan lima cabang permainan. Kelimanya adalah Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury.
Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, mengungkapkan bahwa ajang ini bertujuan mengembangkan bakat, meningkatkan sportivitas, serta mempererat persaudaraan di kalangan pegiat esports di Kota Kupang dan NTT. Antusiasme peserta tercatat tinggi, dengan total 317 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas gim, hingga masyarakat umum.
Serena Francis menegaskan bahwa peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik selama turnamen akan dipantau dan dibina secara berkelanjutan. "Jadikan esports sebagai ruang untuk bertumbuh, berprestasi, dan membawa pengaruh baik bagi sesama. Anak-anak muda Kota Kupang harus menjadi generasi yang kreatif, produktif, dan mampu mengharumkan nama daerah," ujarnya di Kupang, Senin.
Pemkot Kupang, lanjutnya, terus meningkatkan perhatian terhadap pengembangan atlet esports melalui pembinaan atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028. Menurut Serena, perkembangan teknologi telah mengubah wajah olahraga modern, di mana esports kini memiliki potensi besar dari sisi prestasi maupun industri kreatif.
Selain sebagai ajang kompetisi, Serena menekankan bahwa esports telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan industri baru yang membuka berbagai peluang bagi generasi muda. Pemkot Kupang mendorong terciptanya ekosistem kreatif yang memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan potensinya.
Ia turut mengapresiasi penyelenggaraan PMRN Esport Season II sebagai bukti bahwa organisasi kemahasiswaan mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Astro Pelle menambahkan, turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp10 juta, dilengkapi piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) pada sejumlah kategori pertandingan. Tingginya partisipasi, menurut dia, menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap esports terus berkembang dan membutuhkan ruang kompetisi yang sehat dan positif.