Bupati Rote Ndao Sebut SDN Oefoe Hasil Renovasi Yayasan Astra Jadi Investasi Penting bagi Pendidikan di Wilayah Terselatan NKRI

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:27:01 WIB
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk apresiasi renovasi SDN Oefoe sebagai investasi pendidikan penting.

KUPANG — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyatakan bahwa renovasi total UPTD SDN Oefoe merupakan investasi penting bagi masa depan pendidikan di daerah tersebut. Menurutnya, kehadiran fasilitas baru ini menjadi modal untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan berkualitas.

"Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Astra–YPA MDR atas komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah kami," kata Paulus dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu malam.

Fasilitas Baru di Lahan 7.587 Meter Persegi

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7.587 meter persegi itu memiliki bangunan seluas 783 meter persegi. Fasilitas yang diresmikan meliputi renovasi tiga ruang kelas, pembangunan tiga ruang kelas baru, gedung kantor, ruang UKS, perpustakaan modern, dan lopo baca.

Selain itu, tersedia lapangan olahraga multifungsi, area parkir guru, pagar sekolah, toilet, serta sarana air bersih yang dilengkapi sumur bor dan menara penampungan air. Yayasan Astra–YPA MDR juga membangun area parkir khusus bagi tenaga pendidik.

Akreditasi A dan Prestasi Nasional

Ketua Pengurus Yayasan Astra–YPA MDR Gunawan Salim mengatakan sekolah ini merupakan yang ke-16 di Kabupaten Rote Ndao yang selesai direnovasi melalui program mereka. Pada Mei 2026, UPTD SDN Oefoe berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional — capaian pertama sejak sekolah berdiri.

"Peresmian bangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata kami untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Kami ingin memastikan seluruh guru dan siswa memiliki fasilitas terbaik yang mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal, inklusif, serta berkelanjutan," ujar Gunawan.

Program Empat Pilar: dari Sasando hingga Hidroponik

Pembangunan fisik merupakan bagian dari program pembinaan sekolah berbasis empat pilar yang berjalan sejak 2022. Selain infrastruktur, program ini mencakup penguatan karakter, peningkatan kompetensi guru, pengembangan kecakapan hidup, serta pelestarian seni dan budaya lokal.

Hasilnya, sekolah berhasil menerapkan budaya positif 5S — Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Kapasitas guru juga meningkat melalui penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan partisipasi dalam Lomba Inovasi Karya Guru (LINKAR) tingkat nasional.

Di bidang keterampilan, siswa dibekali kemampuan menenun kain tradisional dan budidaya tanaman hidroponik yang memiliki nilai ekonomi. Sementara di bidang seni, para siswa mengembangkan kemampuan memainkan alat musik tradisional Sasando, dan tim tari sekolah berhasil masuk 15 besar Lomba Seni Tari Nasional 2024.

Gunawan menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperluas kontribusi dalam mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal seperti Rote Ndao.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top