Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan bahwa kembalinya institusinya sebagai penyalur KUR merupakan hasil perjuangan panjang. Proses ini melibatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT.
Charlie secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dinilai berperan aktif memperjuangkan kepercayaan dari pemerintah pusat. "Fasilitas KUR memberikan keuntungan bagi pelaku usaha karena menawarkan bunga yang lebih ringan dibandingkan kredit komersial," ujar Charlie.
Dana sebesar Rp350 miliar ini dialokasikan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh wilayah NTT. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses.
Pemerintah pusat bahkan membuka peluang penambahan kuota apabila alokasi awal dapat terserap optimal di daerah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku UMKM di NTT untuk segera memanfaatkan program tersebut.
Meski kembali menyalurkan KUR, Bank NTT menerapkan pendekatan berbeda. Charlie menegaskan bahwa penyaluran akan dilakukan secara lebih selektif dibandingkan sebelumnya.
"Pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar kualitas kredit tetap terjaga. Risiko kredit bermasalah diminimalkan melalui proses analisis yang lebih ketat," jelasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan program berkelanjutan dan tidak kembali terhenti di masa depan.
Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong optimalisasi penyaluran KUR sebagai salah satu instrumen penguatan sektor UMKM. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena meminta agar penyaluran tepat sasaran, menyasar pelaku usaha produktif yang benar-benar membutuhkan.
Dengan kembalinya Bank NTT dalam program KUR, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di NTT memperoleh akses pembiayaan terjangkau. Hal ini diyakini mampu mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.