LABUAN BAJO — Pasangan turis asal China itu tewas setelah terseret arus laut yang kencang di sisi barat Pulau Kelor. Keduanya mengalami kelelahan ekstrem sebelum akhirnya tenggelam.
"Kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan (life jacket). Tidak ada yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air," ungkap Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, Kamis (16/7/2026).
Insiden bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) milik Agus Prawijaya berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 Wita. Kapal itu membawa sejumlah wisatawan domestik dan asing menuju Pulau Kelor, destinasi favorit untuk trekking dan snorkeling.
Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Mereka melakukan trekking di Pulau Kelor sebelum snorkeling. Saat kedua turis China itu snorkeling, tak ada kru kapal maupun tour guide yang mengawasi.
Guo Xingyou pertama kali ditemukan mengapung di perairan Pulau Kelor. Sejumlah wisatawan lain sempat memberikan pertolongan dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP), tetapi nyawanya tak tertolong.
Adapun jasad Sha Gingyang ditemukan pada kedalaman 23 meter di dasar laut oleh tim SAR gabungan. Kedua jasad telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo.
"Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem," kata Christian.