Pulau Ontole Alami Gangguan Pakan, Pemkab Ngada Perketat Pengawasan Perdagangan Komodo Riung

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:33:01 WIB

BAJAWA — Pulau Ontole selama ini dikenal sebagai kantong utama populasi Komodo Riung atau Mbou dalam bahasa setempat. Namun Kepala BBKSDA NTT Wilayah 2 Ruteng, Dadang Suryana, mengungkapkan bahwa pulau tersebut kini kekurangan satwa yang menjadi sumber pakan komodo. “Bila ini terus terjadi, akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan komodo,” ujarnya dalam forum tersebut.

Ancaman di Balik Popularitas Wisata

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni sebelumnya mengarahkan Pulau Ontole menjadi destinasi konservasi alternatif, seiring meningkatnya kunjungan ke Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo. Namun Dadang menekankan bahwa pemulihan ekosistem harus dilakukan bersama agar rantai makanan tetap terjaga. “Perlu ada pemulihan ekosistem bersama-sama,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Ngada Raymundus Bena melalui Asisten 1 Setda Ngada, Alfian, meminta pengawasan diperketat di Pulau Ontoloe (ejaan lain dari Ontole) untuk mencegah perdagangan satwa langka. “Keamanan Komodo di Pulau Ontoloe harus menjadi perhatian serius seluruh pihak,” tegas Alfian membacakan sambutan bupati.

Peran Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi

Alfian menambahkan, masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam pengawasan guna mencegah penyelundupan komodo ke daerah lain. Ketua Forum Konservasi Mbou, Nikolaus Noywuli, mengatakan bahwa kebijakan konservasi harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. “Hanya dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan komodo dan tidak merambah hutan,” ujarnya.

Forum mengevaluasi pemantauan terhadap 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan di sekitar kawasan 17 Pulau Riung. Bersama Project in Flores, forum memastikan program kehutanan sosial berjalan selaras dengan konservasi.

Festival Riung 2026: Panggung Mbou di Mata Dunia

Rapat koordinasi juga membahas persiapan Festival Riung yang akan digelar pada 11–13 Agustus 2026 di Desa Lekosambi Utara. Nikolaus menyebut festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Mbou ke kancah nasional dan mancanegara. “Festival ini sekaligus mengedukasi wisatawan tentang pentingnya menjaga komodo Riung dan habitatnya,” katanya.

Kolaborasi antara pemda, BKSDA, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian komodo Riung di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kunjungan wisata. Pengawasan ketat dan pemulihan pakan di Pulau Ontole menjadi prioritas utama sebelum festival berlangsung.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top