JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mempercepat kajian komprehensif untuk membuka lintasan Long Distance Ferry (LDF) yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Lembata dan Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur. Rencana ini muncul setelah tim Pemprov NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Frederik Christian Purwanto Koenunu, bersama Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, melakukan audiensi dengan Direktur Utama ASDP Heru Widodo beserta jajaran manajemen.
Kajian awal menunjukkan bahwa NTT memiliki prospek menjanjikan untuk lintasan ini. Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan tingginya kebutuhan distribusi barang dari Pulau Jawa menjadi pendorong utama. Sebaliknya, komoditas unggulan NTT seperti hasil peternakan, perikanan, rumput laut, garam, dan hasil perkebunan berpotensi menjadi muatan balik menuju Jawa.
Pola distribusi dua arah ini diyakini mampu membentuk ekosistem logistik yang lebih efisien dan mengurangi perjalanan kapal tanpa muatan. "Bagi ASDP, konektivitas bukan sekadar menghubungkan pelabuhan, tetapi memastikan setiap layanan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah layanan kapal Ro-Ro (roll-on/roll-off) langsung dari Jawa ke NTT tanpa perlu alih muat di pelabuhan perantara. Sistem ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi secara signifikan. Selain itu, kepastian jadwal pengiriman diharapkan dapat menekan risiko kerusakan barang dan memperkuat rantai pasok antarwilayah.
Heru menambahkan bahwa pengembangan LDF ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional, khususnya di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan). "Layanan penyeberangan harus mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses pasar, sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ujarnya.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyambut baik komitmen ASDP. Ia menekankan bahwa transportasi laut merupakan urat nadi bagi daerah kepulauan seperti NTT. "Yang terpenting adalah memastikan perjalanan pergi maupun pulang memiliki muatan sehingga layanan dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Petrus saat audiensi.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa keberhasilan lintasan baru sangat bergantung pada kolaborasi erat. Pemerintah daerah diminta memperkuat ekosistem usaha dan infrastruktur pendukung. Sementara itu, pelaku usaha diharapkan dapat memberikan kepastian muatan agar tercipta koridor logistik yang sehat. Seluruh pihak sepakat bahwa kajian lanjutan yang lebih komprehensif masih diperlukan sebelum implementasi dilakukan, mencakup aspek kelayakan operasional hingga kesiapan ekosistem logistik di daerah tujuan.