KUPANG — Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta mengatakan, setiap kelurahan diberi keleluasaan untuk menentukan tema budayanya sendiri tanpa intervensi pemerintah. Mulai dari pakaian adat, tarian, hingga kuliner khas, semua bisa ditampilkan sesuai identitas masing-masing wilayah.
"Kami memperkuat kalender event Kota Kupang melalui penyelenggaraan berbagai event budaya di masing-masing kelurahan sesuai jadwal yang telah disepakati. Kami berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Josefina di Kupang, Selasa.
Dana sebesar Rp 20 juta per kelurahan dialokasikan melalui dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) masing-masing kecamatan. Dinas Pariwisata bertindak sebagai koordinator penyelenggaraan, bukan pelaksana tunggal.
Josefina mengakui anggaran yang tersedia belum mencukupi seluruh kebutuhan. Karena itu, setiap kelurahan didorong berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan perbankan di sekitar wilayah.
Setiap event budaya berlangsung selama tiga hari. Dalam satu penyelenggaraan, rata-rata melibatkan belasan hingga sekitar 20 pelaku UMKM yang menawarkan produk lokal, seperti kerajinan tangan dan kuliner.
"Saya melihat antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan event budaya tahun 2026 sangat luar biasa. Masyarakat bergotong royong dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan perbankan di sekitar kelurahan untuk menyukseskan kegiatan ini," ujar Josefina.
Josefina mencontohkan Event Budaya Kampung Solor yang mendapat sambutan antusias karena mampu menghadirkan kembali budaya asal masyarakat di Kota Kupang. Hal serupa terjadi di Kelurahan Oesapa Barat, yang melibatkan RT, RW, masyarakat, hingga sekolah agar anak-anak dapat mengenal seni dan budaya daerah.
Menurut dia, penyelenggaraan event secara berkelanjutan tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM melalui perputaran ekonomi di masyarakat.
Setiap event budaya juga dimanfaatkan untuk mendata pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang belum terdaftar. Data ini akan digunakan untuk pembinaan jangka panjang, termasuk peluang bergabung dalam kegiatan Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia Kupang.
Adapun Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Namosain dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Juli 2026 sebagai bagian dari kalender event pariwisata Kota Kupang.