Utang Pembelian Babi Rp 8 Juta Berujung Maut, Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Empat Pelaku

Penulis: Fauzan Arifin  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 15:25:01 WIB
Petani di Sumba Barat Daya tewas setelah dibacok empat pelaku akibat penagihan sisa utang pembelian babi sebesar Rp 8 juta.

SUMBA BARAT DAYA — Empat warga Kampung Bikaha, Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, diamankan polisi setelah membacok seorang petani hingga tewas. Korban, Novrianus Kaka (37), warga Kampung Ngila Mangi, meninggal di lokasi kejadian dengan luka bacok di hampir seluruh tubuhnya.

Penagihan Sisa Utang Rp 8 Juta Picu Cekcok

Peristiwa berawal saat korban bersama bendahara Desa Kahale, Nikodemus Tanggu Bara (24), dan dua rekannya mendatangi rumah para pelaku. Mereka datang untuk menagih sisa pembayaran seekor babi milik korban yang dijual seharga Rp 15 juta.

Pihak pembeli baru membayar Rp 7 juta, sehingga masih tersisa utang Rp 8 juta yang sudah jatuh tempo. Saat penagihan berlangsung, terjadi cekcok mulut. Korban disebut sempat memaki dan memukul tangan kanan salah satu pelaku sebanyak dua kali menggunakan sebilah kayu.

Setelah itu, korban bersama rombongannya pulang dan singgah di rumah Nikodemus. Namun, para pelaku yang tidak terima kemudian menggalang kerabat untuk melakukan pengejaran.

Terjatuh dari Motor Lalu Dibacok

Menyadari dikejar rombongan pelaku, korban dan rekan-rekannya berusaha melarikan diri dengan tiga sepeda motor. Nahas, saat melarikan diri, korban terjatuh dari kendaraannya.

“Para pelaku langsung menyerang dan membacok korban menggunakan parang secara membabi buta hingga korban meregang nyawa di TKP,” ujar Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon, kepada wartawan.

Polisi mengidentifikasi keempat pelaku berinisial PLL (55), RD (28), NdM (17), dan PPB (27). Mereka kini telah diamankan di Mapolres Sumba Barat Daya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Korban Sempat Dilarikan ke Puskesmas

Jenazah Novrianus Kaka sempat dievakuasi ke Puskesmas Walla Ndimu untuk menjalani visum sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Ngila Mangi.

“Penyebab tindak pidana pembunuhan ini karena masalah utang piutang,” tegas Kompol Marthinus.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balas dendam. Proses hukum terhadap para pelaku tengah berjalan di Polres Sumba Barat Daya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: beritatkp.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top