Pemerintah Targetkan Produksi Perdana K-SIGN Rote Ndao pada September 2026, Garam Berkadar NaCl 97 Persen

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau progres pembangunan Tahap II kawasan industri garam K-SIGN di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

ROTE NDAO — Kawasan yang dirancang sebagai sentra produksi garam modern dan terintegrasi ini tengah memasuki Tahap II pengembangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung progres pembangunan di Rote Ndao, Kamis, dan memastikan semua berjalan sesuai jadwal.

Lahan Pengembangan Capai 751 Hektare di Tahap II

Zulkifli Hasan menjelaskan, saat ini total lahan yang sudah dibangun mencapai 1.368,25 hektare. Khusus di Tahap II, pemerintah mengembangkan lahan seluas 751,32 hektare. Potensi pengembangan kawasan ini ke depan jauh lebih besar, mencapai 10.764 hektare, melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Target Produksi: 200 Ton per Hektare per Tahun

K-SIGN Rote Ndao tidak hanya mengejar kuantitas. Pemerintah menargetkan produktivitas hingga 200 ton per hektare per tahun dengan kadar natrium klorida (NaCl) mencapai 97 persen. Spesifikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan garam industri dan konsumsi nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.

"Kalau kawasan ini berhasil, bukan hanya Rote yang maju, Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan garamnya, impor bisa terus ditekan, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat pesisir memperoleh manfaat yang nyata," ujar Zulkifli Hasan dalam kunjungannya.

Gudang Nasional Berkapasitas 10.000 Ton

Dalam peninjauan tersebut, rombongan menteri juga melihat langsung tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional yang memiliki kapasitas 10.000 ton. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan industri garam terpadu di ujung selatan NTT itu.

Pelatihan dan Sertifikasi untuk Warga Lokal

Pembangunan K-SIGN diproyeksikan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi agar warga memiliki keterampilan dalam mengelola industri garam modern.

Salah seorang warga Rote Ndao, Nixon, mengaku optimistis dengan kehadiran kawasan industri ini. "Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," katanya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top